[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39562-id":3,"doc-seo-39562-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},39562,34359740700684,"Finn","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1f400023980c374ae676?_k=1777273430885731487",54,"Penelitian & Laporan","Asasi Mencermati Warisan Otoritarianisme Edisi November-Desember 2010","Buletin ASASI edisi November–Desember 2010 mengulas relasi demokrasi, ekonomi, dan politik melalui kritik terhadap reproduksi warisan otoritarianisme. Materi utama menyoroti nepotisme ala reformasi sebagai pelanggengan kuasa Orde Baru lewat sekongkol bisnis politik, disertai pembahasan kepemimpinan nasional bergaya transaksional-plutokratis. Edisi ini juga memuat kajian desentralisasi yang melahirkan penguasa lokal hegemonik, ajakan ratifikasi konvensi anti penghilangan paksa, serta catatan hasil pengujian UUP pelarangan buku.","Mencermati Warisan Otoritarianisme  \nEDISI NOPEMBER-DESEMBER 2010 www.elsam .or. id  \ndaftar isi  \nDemokrasi yang terpusat pada pemilihan umumat au electoral democracy hanya memberikesempatan pad a kekuatan neoliberal dan predatoris untuk bergantian menguasai lembagalembaga negara di pusat maupun daerah. Hasil dari pertarungan ini adalah kombinasi yang amat buruk: liberalisasi di bidang ekonomi dan konservatif di bidang politik. Kemunculan pejabat dan anggota DPR di pusat dan daerah dari kalangan akademikmaupun gerakan sosial belum mampu mengimbangi kecenderungan ini , apalagi membawa perubahanyang berarti.  \n([dok:wahyudidjafar.wordpress.com](dok:wahyudidjafar.wordpress.com)) .  \nKolom  \nperspektif 18-21  \nMenjejaki Kembali Problematika Hukum Indonesia  \nFungsi hukum bukan hanya diorientasikan pada fungsi atau peran yang normatif-instrumentalis (legal-formal), seperti pembatasan penyelewengan ke kuasaan , nam un juga di dorong unt uk mewujudkan pemberdayaan masyarakat , dan mendorong demokratisasi sistem politik, serta merealisasi kan ke merdekaan ke ku asaan kehakiman.  \nkegiatan 22-23  \nCatatan Hasil Pengujian UUPelarangan Buku  \nPengujian undang-undang merupakan satu cara advokasi kebijakan. Elsam menjadi bagian daripemohon pengujian kedua undang-undang tersebut  \nprofil elsam  24  \neditorial  04  \nDalam Belitan Warisan Masa Lalu  \nKita sedang menyaksikan suatu ironi dimana pendulum perubahan bergerak ke kondisi awal yang justru ingin diubah; alih-alih menarik garis dari praktek otoritarian di masa lalu, yang sedang kita hadapi adalah gagasan perubahan yang justrureproduksi dan menghidupkan warisan masa lalu.  \nlaporan utama  5-14  \nNepotisme a la Reformasi: Pelanggengan Kuasa Orba lewat Sekongkol Bis nis Politik  \nSelama partai polit ik tidak berbenah menjadi semakin demokratis dan akuntabel, dunia politik diyakini tidak akan beres dan bersih. Kooptasi sedemikian rupa dari kartel bisnis terhadap struktur dan kebijakan partai menjadikannya tidak lagi sebagaialat representasi kepentingan rakyat.  \nMenakar Kepemim pinan Nasional  \nGaya ke pemimpinan yang akomodatif dan transaksional sepanjang kepemimpinan Presiden SBY yang kemudian menghadirkan wajah baru politik nasional, dengan apa yang disebut oleh sebagian kalangan dengan istilah plutokrasi. Suatuwajah pemerintahan yang kekuasaannya (kratos) berdasar ataskepemilikan kekayaan (ploutos) . Kepopuleran menjadi dasarberpolitik. Membangun citra diri menjadi jauh lebih penting ketimbang menyelesaikan problem kenegaraan.  \nRat u dan Raja Kecil di Tanah Para Jawara  \nBanten menjadi pengalaman untuk melihat contoh kegagalandesentralisasi dan demokratisasi lokal dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat. Desentralisasi yang justru memberi dampak negatif karena pada kenyataannya hanya memfasilitasilahirnya para penguasa lokal yang hegemonik.  \nnasional  15-17  \nMendorong Ratifikasi Konvensi Anti Penghilangan Paksa  \nBerbagai fakta yang menunjukan meluasnya praktik penghilangan paksa dilakukan sebagai metode teror negara terhadap rakyatnyatelah membuka mata dunia betapa ngerinya sifat dasar kejahatan kemanusiaan ini. Penghilangan paksa adalah sebuah kejahatanyang membuka ruang seluas-luasnya bagi pelanggaranpelanggaran HAM lainnya.  \nANALISIS DOKUMENTASI HAK ASASI MANUSIA  \n[w w w . e l s a m . o r . i d](w w w . e l s a m . o r . i d)  \nRedaksional  \nPenanggung Jawab/Pemimpin Redaksi:  \nIndriaswati Dyah Saptaningrum  \nRedaktur Pelaksana:  \nWidiyanto  \nDewan Redaksi:  \nWidiyanto, Indriaswati Dyah Saptaningrum, Otto Adi Yulianto  \nRedaktur:  \nIkhana Indah, Betty Yolanda, Indriaswati DS, Otto Adi Yulianto, Triana Dyah, Wahyu Wagiman  \nSekretaris Redaksi:  \nTriana Dyah  \nSirkulasi/Distribusi:  \nKhumaedy  \nDesain & Tata Letak:  \nalang-alang  \nPenerbit:  \nLembaga Studi danAdvokasi Masyarakat (ELSAM)  \nAlamat Redaksi:  \nJl. Siaga II No. 31, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta 12510,  \nTelepon: (021) 7972662, 79192564  \nFaximile: (021) 79192519  \nE-mail:  \n[office@elsam.or.id](office@elsa","cbCaige6dxhn07h0","https://ap.wps.com/l/cbCaige6dxhn07h0","pdf",9439195,7,1,24,"Indonesian","id",113,"# Daftar Isi\n## Laporan Utama\n## Kolom Perspektif\n## Kegiatan\n## Nasional","[{\"question\":\"Apa kritik utama terhadap demokrasi yang dibahas dalam edisi ini?\",\"answer\":\"Demokrasi yang terpusat pada pemilihan umum memberi ruang bagi kekuatan neoliberal dan predatori untuk bergantian menguasai lembaga negara, menghasilkan kombinasi liberal di ekonomi namun konservatif di politik.\"},{\"question\":\"Apa fokus laporan utama mengenai nepotisme dalam reformasi?\",\"answer\":\"Laporan utama membahas nepotisme ala reformasi sebagai pelanggengan kuasa Orba melalui sekongkol bisnis politik yang membuat partai tidak lagi menjadi alat representasi kepentingan rakyat.\"},{\"question\":\"Tindakan apa yang didorong pada bagian nasional terkait pelanggaran HAM?\",\"answer\":\"Edisi ini mendorong ratifikasi Konvensi Anti Penghilangan Paksa sebagai respons atas meluasnya praktik penghilangan paksa yang membuka ruang bagi pelanggaran HAM lainnya.\"}]","Asasi Mencermati Warisan Otoritarianisme Edisi November-Desember 2010 | PDF",1783084412,37,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"asasi-mencermati-warisan-otoritarianisme-novemberdecember-2010-issue","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/asasi-mencermati-warisan-otoritarianisme-novemberdecember-2010-issue/39562/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-15","2026-07-03",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Apa kritik utama terhadap demokrasi yang dibahas dalam edisi ini?","Question",{"text":77,"@type":78},"Demokrasi yang terpusat pada pemilihan umum memberi ruang bagi kekuatan neoliberal dan predatori untuk bergantian menguasai lembaga negara, menghasilkan kombinasi liberal di ekonomi namun konservatif di politik.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Apa fokus laporan utama mengenai nepotisme dalam reformasi?",{"text":82,"@type":78},"Laporan utama membahas nepotisme ala reformasi sebagai pelanggengan kuasa Orba melalui sekongkol bisnis politik yang membuat partai tidak lagi menjadi alat representasi kepentingan rakyat.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Tindakan apa yang didorong pada bagian nasional terkait pelanggaran HAM?",{"text":86,"@type":78},"Edisi ini mendorong ratifikasi Konvensi Anti Penghilangan Paksa sebagai respons atas meluasnya praktik penghilangan paksa yang membuka ruang bagi pelanggaran HAM lainnya.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,112,116,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":117},"research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]