[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-293905-113":53,"doc-detail-293905-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","application-of-ethics-in-psychological-assessment-in-guidance-and-counseling-adhelea-satsabhila","Penerapan Etika dalam Asesmen Psikologi di Bidang Bimbingan dan Konseling - Adhelea Satsabhila","","Asesmen psikologi menjadi komponen penting dalam layanan bimbingan dan konseling karena membantu konselor memahami kondisi serta kebutuhan konseli secara lebih akurat. Pelaksanaannya menuntut kepatuhan pada prinsip etika, terutama kerahasiaan data dan sikap objektif dalam pengolahan maupun interpretasi hasil. Melalui studi pustaka, kajian menelaah kode etik, prinsip asesmen, serta tantangan yang sering dihadapi konselor. Hasil menegaskan perlunya penguasaan batas kewenangan alat tes, perlindungan privasi, dan pengembangan kompetensi profesional agar asesmen adil, akurat, dan menjaga kepercayaan konseli.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/application-of-ethics-in-psychological-assessment-in-guidance-and-counseling-adhelea-satsabhila/293905/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/application-of-ethics-in-psychological-assessment-in-guidance-and-counseling-adhelea-satsabhila/293905.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Guten tag","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-26","2026-09-17",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa etika penting dalam asesmen psikologi pada bimbingan dan konseling?","Question",{"text":109,"@type":110},"Etika penting karena asesmen membantu memahami kondisi dan kebutuhan konseli secara akurat, namun pelaksanaannya harus menjaga kerahasiaan serta objektivitas agar hasil dapat dipercaya dan tidak merugikan konseli.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa saja prinsip etika yang ditekankan dalam pelaksanaan asesmen psikologi?",{"text":114,"@type":110},"Prinsip yang ditekankan mencakup kerahasiaan data hasil asesmen dan objektivitas dalam penilaian serta interpretasi, tanpa pengaruh stereotip, pendapat pribadi, atau tekanan pihak lain.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Tantangan apa yang perlu diperhatikan konselor saat menggunakan alat tes asesmen?",{"text":118,"@type":110},"Konselor perlu memahami batas kewenangan dalam penggunaan alat tes asesmen, menjaga privasi informasi konseli, dan secara berkelanjutan mengembangkan kompetensi profesional agar asesmen tetap adil dan akurat.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},293905,1789670119,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},687212321768,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a0010bdbe886d2fe77?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1789897067658708522","Penerapan Etika dalam Asesmen Psikologi di Bidang Bimbingan dan  \nKonseling  \nAdhelea Satsabhila  \nUniversitas Negeri Surabaya, Indonesia  \nEmail: [24010014101@mhs.unesa.ac.id](24010014101@mhs.unesa.ac.id)  \nAlamat: Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsanti, Kota Surabaya, Jawa Timur, 60213  \nKorespondensi penulis: [24010014101@mhs.unesa.ac.id](24010014101@mhs.unesa.ac.id)  \nAbstract. Psychological assessment is an important part of guidance and counseling services because it helps counselors understand the conditions and needs of their clients more accurately. However, its implementation must adhere to ethical principles, such as maintaining confidentiality and being objective in assessment. This article aims to discuss the importance of ethics in the psychological assessment process, particularly in the context of guidance and counseling services in schools. Using a literature review method, this article examines various literature related to ethical codes, assessment principles, and challenges frequently faced by counselors. The findings indicate that counselors must understand the boundaries of their authority in using assessment tools, maintain the confidentiality of clients' data, and continuously develop their professional competencies. By applying appropriate ethics, assessments can be conducted fairly, accurately, and maintain clients' trust in counseling services.  \nKeywords: Ethics Assessment, Guidance and Counseling, Psychological Tests  \nAbstrak. Asesmen psikologi merupakan bagian penting dalam layanan bimbingan dan konseling karenamembantu konselor memahami kondisi dan kebutuhan konseli secara lebih akurat. Namun, pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip-prinsip etika, seperti menjaga kerahasiaan informasi dan bersikap objektifdalam menilai. Artikel ini bertujuan untuk membahas pentingnya etika dalam proses asesmen psikologi, khususnya dalam konteks layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Dengan menggunakan metode studi pustaka, artikel ini mengkaji berbagai literatur terkait kode etik, prinsip-prinsip asesmen, serta tantanganyang sering dihadapi konselor. Hasil kajian menunjukkan bahwa konselor perlu memahami bataskewenangan penggunaan alat tes, menjaga kerahasiaan data konseli, serta terus mengembangkan kompetensi profesional. Dengan menerapkan etika yang tepat, asesmen dapat dilakukan secara adil, akurat, dan menjaga kepercayaan konseli terhadap layanan konseling.  \nKata kunci: Etika Asesmen, Bimbingan dan Konseling, Tes Psikologi  \n1. LATAR BELAKANG  \nBimbingan dan Konseling merupakan suatu bentuk layanan bantuan yang dirancang secara sistematis dan dilakukan oleh tenaga profesional, baik secara individual maupun kelompok, guna mendukung perkembangan pribadi seseorang secara optimal, sesuai dengan tahap pertumbuhan dan kemampuan yang dimilikinya. Layanan ini bertujuan membantu peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya secara maksimal, dengan pendekatan yang berbasis pada kompetensi khusus yang dimiliki oleh konselor sekolah atau guru Bimbingan dan Konseling (Harahap et al., 2022) . Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) menekankan bahwa praktik profesional dalam bidang ini harus didasarkan pada penerapan kode etik. Salah satu prinsip etis dalampraktik BK adalah bahwa setiap konselor atau guru BK dituntut untuk memiliki nilainilai, sikap, pengetahuan, serta keterampilan yang memadai dalam menjalankan tugastugas bimbingan dan konseling (Suhertina dalam Agatha et al., 2023) .  \nAsesmen psikologi merupakan salah satu komponen penilaian yang cukup penting saat melaksanakan suatu praktik pada bimbingan dan konseling. Melalui asesmen, seorang konselor dapat memperoleh informasi konsei dengan lebih akurat dan terukur. Untuk mengukur hasil kondisi psikologis, emosional, sosial, maupun akademik seseorang  \ndibutuhkan adanya tes asesmen, baik itu menggunakan asesmen non-tes atau tes. Informasi hasil yang didapatkan melalui asesmen psikologi dapat digunakan untuk merancang intervensi ya","cbCaikOzFT8wRcx2","https://ap.wps.com/l/cbCaikOzFT8wRcx2","pdf",1091828,11,"Indonesian","# Latar Belakang\n## Asesmen Psikologi dalam BK\n## Prinsip Etika: Kerahasiaan dan Objektivitas","[{\"question\":\"Mengapa etika penting dalam asesmen psikologi pada bimbingan dan konseling?\",\"answer\":\"Etika penting karena asesmen membantu memahami kondisi dan kebutuhan konseli secara akurat, namun pelaksanaannya harus menjaga kerahasiaan serta objektivitas agar hasil dapat dipercaya dan tidak merugikan konseli.\"},{\"question\":\"Apa saja prinsip etika yang ditekankan dalam pelaksanaan asesmen psikologi?\",\"answer\":\"Prinsip yang ditekankan mencakup kerahasiaan data hasil asesmen dan objektivitas dalam penilaian serta interpretasi, tanpa pengaruh stereotip, pendapat pribadi, atau tekanan pihak lain.\"},{\"question\":\"Tantangan apa yang perlu diperhatikan konselor saat menggunakan alat tes asesmen?\",\"answer\":\"Konselor perlu memahami batas kewenangan dalam penggunaan alat tes asesmen, menjaga privasi informasi konseli, dan secara berkelanjutan mengembangkan kompetensi profesional agar asesmen tetap adil dan akurat.\"}]","Penerapan Etika dalam Asesmen Psikologi di Bidang Bimbingan dan Konseling - Adhelea Satsabhila | PDF",17]