[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-503769-113":53,"doc-detail-503769-id":126},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":119,"head_meta":121,"extra_data":123,"updated_unix":125},113,"id","appendix-1-interview-transcript-for-agraprana","Lampiran 1 - Transkrip Wawancara Agraprana","","Lampiran berisi transkrip wawancara dan biodata anggota “CASPER” dari SMAN 16 Surabaya. Wawancara Agraprana membahas cara anggota suporter menjalin komunikasi melalui sistem kekeluargaan dan grup Line lintas angkatan, intensitas pertemuan serta diskusi. Dokumen juga menguraikan kondisi kelancaran komunikasi, solidaritas kelompok, cara menyuarakan pendapat saat perbedaan, serta pengaruh keterbukaan komunikasi terhadap dinamika organisasi.",{"@graph":63,"@context":118},[64,81,101],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/appendix-1-interview-transcript-for-agraprana/503769/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":95,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":96,"interactionStatistic":97},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/appendix-1-interview-transcript-for-agraprana/503769.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Taylor Morgan","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-03",true,{"@type":98,"interactionType":99,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":100},"ViewAction",{"@type":102,"mainEntity":103},"FAQPage",[104,110,114],{"name":105,"@type":106,"acceptedAnswer":107},"Apa dasar cara anggota CASPER menjalin komunikasi?","Question",{"text":108,"@type":109},"Anggota menerapkan sistem kekeluargaan: mengurangi gap antar-angkatan dengan sikap respect serta membangun kepercayaan agar komunikasi berjalan baik.","Answer",{"name":111,"@type":106,"acceptedAnswer":112},"Media apa yang digunakan untuk berkomunikasi antar anggota?",{"text":113,"@type":109},"Komunikasi dilakukan melalui grup Line yang menghubungkan anggota lintas angkatan, serta saat berada di tribun digunakan HT agar pesan lebih mudah disampaikan.",{"name":115,"@type":106,"acceptedAnswer":116},"Bagaimana kelompok mengatasi perbedaan pendapat dan tekanan untuk mengikuti keputusan?",{"text":117,"@type":109},"Perbedaan pendapat dikelola dengan menanamkan kesadaran pribadi, sikap saling menghargai, dan memberi ruang untuk menerima atau menyampaikan pendapat sesuai waktu. Tekanan untuk selalu mengiyakan keputusan bisa muncul pada individu yang belum berani bersuara, sehingga tujuan organisasi terus diingatkan agar diskusi tidak menimbulkan gap.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":120,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":122,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":124,"site_id":56},503769,1791060263,{"code":4,"msg":5,"data":127},{"doc_id":124,"user_id":128,"nickname":89,"user_avatar":129,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":130,"file_id":131,"file_url":132,"file_type":133,"file_size":134,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":135,"language":136,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":61,"update_tm":125,"read_time":140},1099523885336,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","LAMPIRAN  \nLampiran 1 Transkip Wawancara  \n1. Biodata Agraprana  \nNama Lengkap : Agraprana Anugrah Winanda  \nAlamat : Jl. Sidosermo indah II/5  \nJenis Kelamin : Laki-laki  \nTempat, Tanggal Lahir :Surabaya, 26 Februari 2007  \nNomer HP : 085850757937  \nAsal Sekolah : SMAN 16 Surabaya  \nDivisi : Ketua Coordinator Association of Sixteen Suporter  \n2. Transkrip Wawancara Agraprana  \nWawancara dengan narasumber dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2024. Wawancara ini dilakukan di salah satu warung kopi di daerah Semolowaru, Surabaya, Jawa Timur. Berikut kutipan wawancaranya :  \nPertanyaan : Bagaimana cara anggota kelompok suporter SMAN 16 Surabayamenjalin Komunikasi satu sama lain ?  \nJawaban: “Kalau di CASPER sih kita itu ada yang sistem kekeluargaan mas. Jadi, lebih tepatnya antara setiap angkatan itu kita menghilangkan gap yang begitu jauh, hanya sekedar respect. Untuk komunikasi sih ya dari kekeluargaan itu tadi mas, yang jelas ya pertama kita membentuk kepercayaan supaya jadi komunikasi yang baik. Kita juga pakai grup Line mas, di Line itu kita itu ada mulai dariangkatan saya dan adek saya nanti ada penghubungnya ke kakakkelas saya sampai kepihak alumni pun kita ada mas”.  \nPertanyaan : Apakah anda merasa bahwa komunikasi yang anda lakukandengan anggota lain berjalan lancar ?  \nJawaban : “Kalau lancar sih alhamdulillah sudah mas, cuman ya jelasnya kaau perihal komuniikasi apalagi di organisasi ini kita juga berteman,  \njelasnya kan ya tetep ada permasalahan. Kenapa bisa dibilang lanacar, selama informasi yang disampaikan bisa berjalan itu udahlancar mas”.  \nPertanyaan : Seberapa intens komunikasi yang terjadi di dalam kelompok suporter SMAN 16 Surabaya ini?  \nJawaban : “Kita di CASPER bisa dibilang komunikasi berjalan intens mas. Kita juga ketemu disekolah, kita juga temen dan kalau digrup sih kita dibilang intens mas. Karena disitu kita enggak cuman ngebahastugas-tugas aja, kita juga bisa bercanda-bercanda, sharing-sharing sebagai teman”.  \nPertanyaan : Apakah anda sering datang ke pertemuan yang diadakan?  \nJawaban : “Iya sering mas”.  \nPertanyaan : Apakah anda merasa kelompok ini solid? Jika iya, berikan contoh bentuk loyalitas kelompok ini?  \nJawaban : “Alhamdulillahnya sih solid mas. Kenapa dibilang solid mas karenakita disini enggak cuman organisasian, segala pembahasan entah itu hal pribadi entah itu anu kita bebas. Cuman ada kalanya itu kita bahas tugas-tugas”.  \nPertanyaan : Apakah anda pernah memiliki perbedaan pendapat dengananggota lain? Lalu bagaimana cara anda untuk menyuarakan pendapat anda?  \nJawaban : “Perbedaan antar anggota itu pasti ya mas, karena setiap pendapat individu itu kan berbeda-beda pasti memiliki pemikirannya -. kalau mengatasinya sih kita menanamkan kesadaran pribadi aja. Ya kayak respect saling menghargai, ada waktunya kita menerimaomongan orang-orang itu, ada waktunya kita bersuara”.  \nPertanyaan : Apakah anda merasa ada tekanan untuk selalu mengiyakan keputusan kelompok?  \nJawaban : “Pernah mas, karena kembali lagi ke individunya gak semuanya tuh baerani untuk bersuara. Apalagi kayak kita ketemu pihak alumni bahkan ke adek-adekpun mereka masih terbatas. Cuman dari situ kita kembali mengingatkan lagi bahwa tujuannya itu gimana, tujuan kita berorganisasi ini gimana. Jadi pembahasannya mengikuti itu, meskipun bersuara atau tidaknya kita menghindari gap antar angakatan”.  \nPertanyaan : Apakah anda pernah merasa kelompok anda jauh lebih baik darikelompok lain?  \nJawaban : “Kalau saya sih gak berani mas kayak gitu mas, pasti ada yanglebih baik daripada kita. Cuman yang bisa kita lakukan berusahauntukjadi yang terbaik aja”.  \nPertanyaan : Apakah anda merasa puas dengan pola komunikasi yang telah berjalan? Apa alasannya?  \nJawaban : “Yauda kalau emang dalam topik pembahasan atau dalam komunikasinya bisa terpenuhi maksud dan tujuannya disitu sayapuas mas, mungkin bisa mencapai tujuan bersamanya itu kepuasan saya mas”.  \nPertanyaan : Apakah pola komunikasi yang terjadi ini memberikan pengaruh yang sangat si","cbCaittSFu5Wa1SQ","https://ap.wps.com/l/cbCaittSFu5Wa1SQ","pdf",1229291,20,"Indonesian","# Lampiran 1\n## Transkrip Wawancara Agraprana\n## Biodata Agraprana\n## Transkrip Wawancara Dwi Lanang\n## Biodata Dwi Lanang","[{\"question\":\"Apa dasar cara anggota CASPER menjalin komunikasi?\",\"answer\":\"Anggota menerapkan sistem kekeluargaan: mengurangi gap antar-angkatan dengan sikap respect serta membangun kepercayaan agar komunikasi berjalan baik.\"},{\"question\":\"Media apa yang digunakan untuk berkomunikasi antar anggota?\",\"answer\":\"Komunikasi dilakukan melalui grup Line yang menghubungkan anggota lintas angkatan, serta saat berada di tribun digunakan HT agar pesan lebih mudah disampaikan.\"},{\"question\":\"Bagaimana kelompok mengatasi perbedaan pendapat dan tekanan untuk mengikuti keputusan?\",\"answer\":\"Perbedaan pendapat dikelola dengan menanamkan kesadaran pribadi, sikap saling menghargai, dan memberi ruang untuk menerima atau menyampaikan pendapat sesuai waktu. Tekanan untuk selalu mengiyakan keputusan bisa muncul pada individu yang belum berani bersuara, sehingga tujuan organisasi terus diingatkan agar diskusi tidak menimbulkan gap.\"}]","Lampiran 1 - Transkrip Wawancara Agraprana | PDF",31]