[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-206231-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":85,"doc-detail-206231-id":132},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":78,"head_meta":80,"extra_data":82,"updated_unix":84},113,"id","antihypertensive-therapy-adherence-and-controlled-blood-pressure-in-hypertension-patients-with-type-2-dm-comorbidity-at-community-health-centers-in-sleman-regency","Ketaatan Terapi Antihipertensi dengan Terkontrolnya Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Komorbid DM Tipe2 di Puskesmas Kabupaten Sleman","","Ketaatan pasien terhadap terapi antihipertensi berperan penting dalam keberhasilan manajemen tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketaatan terapi antihipertensi dengan terkontrolnya tekanan darah pada pasien hipertensi dengan komorbid DM tipe 2 di Puskesmas Kabupaten Sleman. Desain yang digunakan adalah cross-sectional dengan teknik purposive sampling non-probability. Sampel berjumlah 116 pasien rawat jalan. Hasil menunjukkan sebagian responden memiliki tekanan darah terkontrol, overweight, tidak polifarmasi, dan menggunakan BPJS PBI. Ketaatan terbukti berhubungan signifikan dengan terkontrolnya tekanan darah (p-value \u003C0,001; OR 4,526; 95%CI 2,071–9,899).",{"@graph":14,"@context":77},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/","Layanan Kesehatan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/antihypertensive-therapy-adherence-and-controlled-blood-pressure-in-hypertension-patients-with-type-2-dm-comorbidity-at-community-health-centers-in-sleman-regency/206231/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/antihypertensive-therapy-adherence-and-controlled-blood-pressure-in-hypertension-patients-with-type-2-dm-comorbidity-at-community-health-centers-in-sleman-regency/206231.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Hazel","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-28","2026-09-05",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69,73],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Bagaimana ketaatan terapi antihipertensi diukur dalam penelitian ini?","Question",{"text":63,"@type":64},"Ketaatan dihitung menggunakan metode Medication Possession Ratio (MPR) berdasarkan catatan pengobatan pasien.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa desain penelitian dan teknik pengambilan sampel yang digunakan?",{"text":68,"@type":64},"Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik non-probability purposive sampling.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apakah ketaatan terapi berhubungan dengan tekanan darah yang terkontrol?",{"text":72,"@type":64},"Ya. Ketaatan berhubungan signifikan dengan terkontrolnya tekanan darah (p-value \u003C0,001; OR 4,526; 95%CI 2,071-9,899).",{"name":74,"@type":61,"acceptedAnswer":75},"Faktor apa yang tidak memengaruhi ketaatan secara signifikan?",{"text":76,"@type":64},"Jenis kelamin, usia, IMT, polifarmasi, dan status jaminan kesehatan tidak memengaruhi ketaatan secara signifikan (p-value >0,05).","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":79,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":81,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":83,"site_id":7},206231,1788590641,{"code":4,"msg":86,"data":87},"success",[88,93,97,101,105,108,112,116,120,124,128],{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":91,"slug":92},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":91,"slug":96},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":91,"slug":100},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":91,"slug":104},51,"Komik","comic",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":91,"slug":107},53,"healthcare",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":91,"slug":111},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":91,"slug":115},49,"Sastra","literature",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":91,"slug":119},52,"Teknologi","technology",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":91,"slug":123},50,"Ujian","exam",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":91,"slug":127},57,"Umum","general",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":130,"show_sort_weight":4,"slug":131},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":86,"data":133},{"doc_id":83,"user_id":134,"nickname":42,"user_avatar":135,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":136,"file_id":137,"file_url":138,"file_type":139,"file_size":140,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":141,"language":142,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":143,"faqs":144,"seo_title":145,"seo_description":12,"update_tm":84,"read_time":146},137441390410,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2000252f4ab5702993?_k=1776741390130283984","Ketaatan Terapi Antihipertensi dengan Terkontrolnya Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Komorbid DM Tipe2 di Puskesmas Kabupaten Sleman  \nAdherence to Antihypertensive Therapy with Controlled Blood Pressure in Hypertension Patients with Type 2 DM Comorbidity at the CommunityHealth  \nCenters in Sleman Regency  \n1Vera Dwi Pratiwi, 2Phebe Hendra, 3Dita Maria Virginia  \n1Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma  \n([Co Author: veraclara.13@gmail.com](Co Author: veraclara.13@gmail.com), Paingan, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kab.  \nSleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282)  \nABSTRAK  \nKetaatan pasien terhadap terapi antihipertensi mempunyai peranan penting dalam manajemen terapi tekanan darah. Tingkat ketaatan terapi dihitung menggunakan metode MPR (Medication Possession Ratio) berdasarkan catatan pengobatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketaatan terapi antihipertensi denganterkontrolnya tekanan darah pada pasien hipertensi dengan komorbid DM tipe2 di Puskesmas Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pengambilan data menggunakan teknik non-probability dengan jenis purposive sampling. Sebanyak 116 pasien rawat jalan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan responden didominasi oleh pasien perempuan, usia 60-70 tahun, tekanan darah terkontrol, overweight, tidak polifarmasi, dan menggunakan BPJS PBI. Ketaatan berhubungan signifikan terhadap terkontrolnya tekanan darah (p-value \u003C0,001, OR (95%CI) = 4,526 (2,071-9,899)) . Jenis kelamin, usia, IMT, polifarmasi, status jaminan kesehatan tidak mempengaruhi ketaatan secara signifikan (p-value >0,05) . Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketaatan terapi berpengaruh signifikan terhadapterkontrolnya tekanan darah pada pasien hipertensi dengan komorbid DM tipe2 di Puskesmas Kabupaten Sleman.  \nKata kunci : Ketaatan, MPR, Medication Possession Ratio, Antihipertensi, Komorbid  \nABSTRACT  \nAdherence by patients to antihypertensive medication is crucial to the management of blood pressure. Based on the patient’s medication records, the Medication Possession Ratio (MPR) technique determines the degree of treatment adherence. The purpose of this study was to examine how well hypertensive individuals at the Community Health Centers in Sleman Regency who also had type2 DM managed their blood pressure. The cross-sectional design of this study combined purposive sampling with non-probability method for data gathering. A total of 116 outpatients met the inclusion and exclusion criteria. The result show that respondents were dominated by female patients between the ages of 60-70 years who had controlled blood pressure, overweight, not taking multiple medications (polypharmacy), and were covered by the BPJS PBI health insurance. Adherence was significantly associated with controlled blood pressure (p-value \u003C0.001, OR (95%CI) = 4.526 (2.071-9.899)). Gender, age, BMI, polypharmacy, and health insurance status did not significantly affect adherence (p-value >0.05). This study concluded that adherence to therapy has a significant effect on controlled blood pressure in hypertensive patients with type2 DM comorbidity at the Community Health Centers in Sleman Regency.  \nKeywords: Adherence, MPR, Medication Possession Ratio, Antihypertensive, Comorbid  \nPENDAHULUAN  \nBerdasarkan Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, diagnosis hipertensiditegakkan bila tekanan darah sistole (TDS) ≥ 140mmHg dan/atau tekanan darah diastole (TDD) ≥ 90mmHg pada pengukuran di klinik atau fasilitas layanan kesehatan (Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI), 2019) . Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, namun tingkat keparahannya dapat dikendalikandengan modifikasi gaya hidup dan pengobatan. Hal tersebut dapat dicapai melaluiketaatan pasien hipertensi terhadap terapi yang telah dianjurkan oleh profesional medis. Pasien yang tidak patuh terhadap terapi dapat memperburuk kondisi pasien dan dapat merujuk pada prognosis ","cbCaieyREByRLlfn","https://ap.wps.com/l/cbCaieyREByRLlfn","pdf",1008920,10,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Diagnosis dan definisi hipertensi\n## Prevalensi hipertensi dan kondisi di DIY serta Kabupaten Sleman\n## Diabetes melitus (DM) dan prevalensinya\n## Definisi ketaatan terapi serta faktor yang memengaruhi\n## Medication Possession Ratio (MPR)","[{\"question\":\"Bagaimana ketaatan terapi antihipertensi diukur dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Ketaatan dihitung menggunakan metode Medication Possession Ratio (MPR) berdasarkan catatan pengobatan pasien.\"},{\"question\":\"Apa desain penelitian dan teknik pengambilan sampel yang digunakan?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik non-probability purposive sampling.\"},{\"question\":\"Apakah ketaatan terapi berhubungan dengan tekanan darah yang terkontrol?\",\"answer\":\"Ya. Ketaatan berhubungan signifikan dengan terkontrolnya tekanan darah (p-value \\u003c0,001; OR 4,526; 95%CI 2,071-9,899).\"},{\"question\":\"Faktor apa yang tidak memengaruhi ketaatan secara signifikan?\",\"answer\":\"Jenis kelamin, usia, IMT, polifarmasi, dan status jaminan kesehatan tidak memengaruhi ketaatan secara signifikan (p-value \\u003e0,05).\"}]","Ketaatan Terapi Antihipertensi dengan Terkontrolnya Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Komorbid DM Tipe2 di Puskesmas Kabupaten Sleman | PDF",15]