[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-57322-id":3,"doc-seo-57322-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},57322,7971461741311,"Ophelia","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/74000253aff267980c6?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779345379180704826",48,"Cerita & Novel","Semut dan Kupu-Kupu","Kisah tentang semut yang bekerja keras mengumpulkan roti dan makanan untuk menghadapi musim hujan, sementara kupu-kupu dan belalang menghabiskan waktu untuk bermain, bernyanyi, dan menikmati hari. Semut tetap bertahan dengan tekad demi kebahagiaan keluarganya. Ketika hujan deras disertai banjir datang, simpanan semut menyelamatkan keluarganya, tetapi kupu-kupu dan belalang justru terjebak dalam cuaca buruk, memaksa mereka mencari makanan dalam keadaan genting.","Semut dan Kupu-kupu Cziera Zaad Corpuz  \nNerrisa Angeles  \nSuatu hari, seekor semut sedang mengangkutsepotong roti ke rumahnya.  \nSeekor kupu-kupu yang sedang duduk di atasselembar daun menatap ke arahnya.  \n“Halo, Semut! Apa yang sedang kaukerjakan? Ayo, kita bermain!” ajak Kupu-kupu.  \n“Halo, Kupu-kupu! Sebenarnya aku ingin bermain juga, tetapi jangan sekarang ya. Musim hujan akan segera tiba. Jadi aku harus mengumpulkan banyak makanan.” Semut  \nmenjawab dengan napas agak terengah.  \nKupu-kupu bertanya, “Semut, kenapa engkau harus bekerja dengan begitu giat? Lihatlah temanku, Belalang. Dia tidak pernah khawatirakan sesuatu pun. Menurutnya, kita tidak perlu bekerja karena ada makanan di manamana . Dia bernyanyi dengan indah dan membuatku gembira . Karena dia, aku jugatidak pernah mengkhawatirkan apa pun.”Akan tetapi, Semut terus bekerja.“Oh, Semut yang malang, kamu harus lebih banyak bermain.” Kupu-kupu mengolok-  \nolok semut. Semut cuma membungkuk dan berkata “Aku juga ingin bermain sepertikamu, tetapi saat ini aku harus giat bekerjamengumpulkan makanan untuk keluargakusebagai persediaan untuk di makan di musim hujan nanti.”  \nSetiap hari Semut bekerja. Sepotong, duapotong, dan tiga potong roti …. Dia terus mengumpulkan makanan dan menyimpannya di rumahnya.“Satu, dua, tiga, empat … Sekarang aku hanya perlu mengumpulkan sedikit lagi. Aku merasa sangat lelah, tetapiaku pasti bisa melakukannya! Jika aku bekerja lebih giat lagi, maka keluargaku akan bisahidup dengan bahagia,” ujar Semut.  \nKupu-kupu terus bermain-main tanpa mengkhawatirkan apapun.“La la la la la  \nla, indahnya pagi ini. Na na na na na na, indahnya hari ini.” Kupu-kupu bernyanyi dengan riang gembira . Ia menghisap madu yang manis dari bunga-bunga di sekelilingnya. Kemudian, ia melihat Belalang.“Selamat pagi, Belalang! Enaknya kita bermain apa hari ini?” Kupu-kupu dan Belalang pun bermain sepanjang hari.  \n6  \nKupu-kupu dan Belalang melihat semut berjalan dengan membawa beban berat.“Belalang, lihatlah si Semut itu. Dia selalubekerja dan bekerja terus tanpa henti, bahkan saat ada begitu banyak makanan untuk dimakan,” kata Kupu-kupu sambil tertawa.“Benarkah! Oh, Semut bodoh yang malang,”sahut Belalang sambil ikut tertawa juga.  \nSeminggu kemudian, hujan mulai turun.  \nHujan turun dengan sangat deras dan disertaiangin puyuh yang menyebabkan banjir besar. Tak ada serangga yang bisa keluar untuk mencari makanan. Untunglah, keluarga Semut telah menyimpan banyak makanansehingga mereka tidak perlu keluar berhujanhujan untuk mencari makanan lagi.  \nTiba-tiba, jendela rumah Semut terbukaoleh embusan angin yang keras . Saat dia  \nberdiri untuk menutupnya, dia terkejut. Kupukupu dan Belalang sedang kehujanan di luar jendelanya.  \n“Kupu-kupu, Belalang, kalian akan pergi ke mana? Angin topan ini terlalu kencang dan berbahaya. Kalian sebaiknya segera pulang.”  \n“Kami perlu mencari sesuatu untuk dimakankarena kami sangat lapar, Semut,” jawab Kupu-kupu sambil menggigil kedinginan.“Jangan, Kupu-kupu. Kamu harus pulang sekarang juga karena cuaca ini sangat berbahaya!” teriak Semut.  \nSayangnya, Kupu-kupu dan Belalang tak punya pilihan lain kecuali mencoba mencarimakanan di luar sana .","cbCaiv792OG8g0eB","https://ap.wps.com/l/cbCaiv792OG8g0eB","pdf",925379,4,1,24,"Indonesian","id",113,"# Semut Mengumpulkan Makanan\n## Ajak Bermain yang Ditolak\n# Kebahagiaan Kupukupu dan Belalang\n## Lagu dan Aktivitas Bermain\n# Datangnya Hujan dan Banjir\n## Keluarga Semut Selamat\n# Kupu-kupu dan Belalang Terjebak","[{\"question\":\"Mengapa semut menolak ajakan bermain dari kupu-kupu?\",\"answer\":\"Semut menolak karena musim hujan akan segera tiba, sehingga ia harus mengumpulkan banyak makanan sebagai persediaan keluarga.\"},{\"question\":\"Apa yang dilakukan semut setiap hari?\",\"answer\":\"Semut terus mengumpulkan roti dan menyimpannya di rumahnya, bertahap dari sedikit hingga cukup banyak.\"},{\"question\":\"Apa dampak hujan deras dan banjir bagi serangga lain?\",\"answer\":\"Hujan sangat deras disertai angin puyuh menyebabkan banjir besar sehingga serangga sulit keluar untuk mencari makanan.\"},{\"question\":\"Bagaimana nasib kupu-kupu dan belalang saat cuaca buruk datang?\",\"answer\":\"Saat jendela terbuka, kupu-kupu dan belalang terlihat kehujanan dan, karena lapar serta berbahaya, akhirnya terpaksa mencoba mencari makanan di luar.\"}]",1783916154,37,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":90,"head_meta":92,"extra_data":94,"updated_unix":28},"ant-and-butterfly","",{"@graph":36,"@context":89},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/ant-and-butterfly/57322/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-29","2026-07-13",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81,85],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa semut menolak ajakan bermain dari kupu-kupu?","Question",{"text":75,"@type":76},"Semut menolak karena musim hujan akan segera tiba, sehingga ia harus mengumpulkan banyak makanan sebagai persediaan keluarga.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang dilakukan semut setiap hari?",{"text":80,"@type":76},"Semut terus mengumpulkan roti dan menyimpannya di rumahnya, bertahap dari sedikit hingga cukup banyak.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa dampak hujan deras dan banjir bagi serangga lain?",{"text":84,"@type":76},"Hujan sangat deras disertai angin puyuh menyebabkan banjir besar sehingga serangga sulit keluar untuk mencari makanan.",{"name":86,"@type":73,"acceptedAnswer":87},"Bagaimana nasib kupu-kupu dan belalang saat cuaca buruk datang?",{"text":88,"@type":76},"Saat jendela terbuka, kupu-kupu dan belalang terlihat kehujanan dan, karena lapar serta berbahaya, akhirnya terpaksa mencoba mencari makanan di luar.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":91,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":93,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":96},[97,102,104,108,112,116,120,124,128,132],{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":100,"slug":101},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":100,"slug":103},"story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":100,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":100,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":100,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":100,"slug":119},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":100,"slug":123},49,"Sastra","literature",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":100,"slug":127},52,"Teknologi","technology",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":100,"slug":131},50,"Ujian","exam",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":134,"show_sort_weight":100,"slug":135},57,"Umum","general"]