[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-181394-113":53,"doc-detail-181394-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","annisa-and-sacred-profane-ambiguity-in-malam-seribu-jahanam-aesthetic-response-analysis","Annisa dan Ambiguitas Sakral-Profan dalam Malam Seribu Jahanam - Analisis Respons Estetik","","Penelitian ini menganalisis ambiguitas sakral-profan pada pengalaman tokoh Annisa sebagai ruang kosong dalam novel Malam Seribu Jahanam karya Intan Paramaditha. Kajian berangkat dari problematika batas antara otoritas spiritual, norma sosial, serta trauma perempuan yang diwujudkan melalui narasi horor. Tujuan penelitian adalah menunjukkan bahwa ambiguitas sakral-profan bekerja sebagai mekanisme naratif untuk mengarahkan pembaca merundingkan ulang relasi sakral dan profan. Dengan metode deskriptif berpendekatan pragmatik dan teori tanggapan estetika Wolfgang Iser, hasil menemukan horor terutama lahir dari tekanan sosial dan kontrol atas tubuh perempuan.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/annisa-and-sacred-profane-ambiguity-in-malam-seribu-jahanam-aesthetic-response-analysis/181394/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/annisa-and-sacred-profane-ambiguity-in-malam-seribu-jahanam-aesthetic-response-analysis/181394.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Hazel","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-02",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",5,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa yang dimaksud ambiguitas sakral-profan dalam pengalaman Annisa?","Question",{"text":110,"@type":111},"Ambiguitas sakral-profan muncul sebagai “ruang kosong” dalam pengalaman Annisa, sehingga membuka ruang tafsir baru tentang relasi sakral dan profan.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana horor dalam Malam Seribu Jahanam dijelaskan dalam penelitian ini?",{"text":115,"@type":111},"Horor tidak terutama bersumber dari mistik atau tradisi folklor, melainkan dari tekanan sosial, sistem patriarki, dan kontrol terhadap tubuh perempuan.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Teori apa yang digunakan untuk menelaah respons estetis pembaca?",{"text":119,"@type":111},"Penelitian menggunakan teori tanggapan estetika Wolfgang Iser, dengan penekanan pada konsep ruang kosong, repertoire, dan efek estetis.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},181394,1788344525,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},137441390410,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2000252f4ab5702993?_k=1776741390130283984","| Riwayat Artikel\u003Cbr>Diterima: 13 Maret 2026\u003Cbr>Direvisi: 16 April 2026\u003Cbr>Disetujui: 17 April 2026\u003Cbr>Keywords\u003Cbr>sacred-profane horror\u003Cbr>womens's bodies aesthetic responses reception\u003Cbr>Kata Kunci\u003Cbr>sakral-profan horor\u003Cbr>tubuh perempuan respons estetikaresepsi | Abstract\u003Cbr>This study examines sacred-profane ambiguity in Annisa’s experience as an empty space in Intan Paramaditha’s Malam Seribu Jahanam. This study is motivated by the problematic boundaries between spiritual authority, social norms and female trauma as represented through horror narratives. The objective is to demonstrate that the sacred-profane ambiguity functions not merely as a thematic element, but as a narrative mechanism that directs readers to renegotiate the relationship between the sacred and the profane. Employing a descriptive method with a pragmatic approach, the study applies Wolfgang Iser’s aesthetic response theory, emphasizing the concepts of empty space, repertoire and aesthetic effect. The findings reveal that the novel’s horror arises primarily from social pressure, patriarchal structures and control over women’s bodies rather than mystical or folkloric traditions. The empty space generated by this ambiguity enables alternative interpretations ofAnnisa’s extreme act as a final form of resistance to reclaim agency and existence.\u003Cbr>Abstrak\u003Cbr>Penelitian ini menganalisis ambiguitas sakral-profan pada pengalaman tokoh Annisa sebagai ruang kosong dalam novel Malam Seribu Jahanam karya Intan Paramaditha. Latar belakang kajian berangkat dari problematika batas antara kekuatan spiritual, norma sosial, dan trauma Perempuan yang ditampilkanmelalui narasi horor. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bagaimana ambiguitas sakral-profan tidak sekadar tampil sebagai unsur tematik, tetapi mekanisme naratif yang mengarahkan pembaca untuk merundingkan kembali relasi antara sakral dan profan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan pragmatik dan teori tanggapan estetika Wolfgang Iseryang menekankan konsep ruang kosong, repertoire, dan efek estetis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa horor dalam novel ini muncul bukan semata dari mistikisme atau mitos Nusantara, melainkan dari tekanan sosial, sistem patriarki, dan kontrol tubuh perempuan. Ruang kosong yang tercipta membuka kemungkinan pembacaan baru atas tindakan ekstrem Annisa sebagai bentuk perlawanan terakhir untuk merebut agensi dan eksistensi dirinya.\u003Cbr>|\n| --- | --- |","cbCaifgdPhDjD4Hy","https://ap.wps.com/l/cbCaifgdPhDjD4Hy","pdf",465250,12,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang dan problematika\n# Tujuan Penelitian\n## Rumusan fokus kajian\n# Metode dan Kerangka Teori\n## Metode deskriptif dengan pendekatan pragmatik\n## Teori tanggapan estetika Wolfgang Iser\n# Hasil dan Pembahasan\n## Horor sebagai produk tekanan sosial dan patriarki\n## Ruang kosong, repertoire, dan efek estetis\n## Tindakan ekstrem Annisa sebagai resistensi","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud ambiguitas sakral-profan dalam pengalaman Annisa?\",\"answer\":\"Ambiguitas sakral-profan muncul sebagai “ruang kosong” dalam pengalaman Annisa, sehingga membuka ruang tafsir baru tentang relasi sakral dan profan.\"},{\"question\":\"Bagaimana horor dalam Malam Seribu Jahanam dijelaskan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Horor tidak terutama bersumber dari mistik atau tradisi folklor, melainkan dari tekanan sosial, sistem patriarki, dan kontrol terhadap tubuh perempuan.\"},{\"question\":\"Teori apa yang digunakan untuk menelaah respons estetis pembaca?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan teori tanggapan estetika Wolfgang Iser, dengan penekanan pada konsep ruang kosong, repertoire, dan efek estetis.\"}]","Annisa dan Ambiguitas Sakral-Profan dalam Malam Seribu Jahanam - Analisis Respons Estetik | PDF",18]