[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-48283-id":3,"doc-seo-48283-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":101},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},48283,549758252649,"Ivy","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/8000253669c5317157?_k=1778319167496531819",51,"Komik","Jam Marah-Marah","Cerita \"Jam Marah-Marah\" karya Iwan Yuswandi dan Norma Aisyah mengisahkan tentang seorang anak bernama Adi yang sangat kesal karena jam wekernya selalu membangunkannya dengan suara yang keras dan marah-marah. Adi merasa terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh jam tersebut, terutama saat ia masih tertidur lelap. Ia berulang kali mengeluhkan sifat jam tersebut yang dianggapnya jelek dan mengganggu. Sebagai bentuk protes, Adi pernah mengancam akan menukar jam wekernya dengan jam yang ada di ruang tamu, berharap jam baru akan lebih tenang. Namun, harapan Adi pupus ketika jam weker baru yang didapatkannya ternyata memiliki sifat yang sama, yaitu membangunkannya dengan teriakan dan kemarahan. Rasa kesal Adi semakin memuncak. Di hari berikutnya, Adi mencoba mencari solusi dengan menawarkan kesempatan kepada jam-jam lain untuk tinggal di kamarnya, dengan satu syarat penting: tidak boleh membangunkan Adi dengan marah-marah. Sontak, tawaran Adi disambut serempak oleh semua jam, namun mereka segera merengut dan menarik tangan ketika mendengar syarat tersebut, menunjukkan ketidakmauan mereka untuk mengubah kebiasaan. Di tengah kebuntuan itu, terdengar suara dari dalam gudang yang menawarkan diri. Sebuah \"Jam Tua\" menawarkan diri untuk tinggal di kamar Adi, dengan janji tulus untuk tidak membangunkan Adi sambil marah-marah. Adi pun menyambut Jam Tua itu dengan penuh sukacita, membayangkan tidurnya yang akan lebih nyenyak dan tenang. Keesokan harinya, Adi disambut dengan lembut oleh Jam Tua, yang membangunnya dengan sapaan \"Sayang\" dan \"Sebentar lagi siang\". Adi merasa lega dan berterima kasih atas perlakuan lembut Jam Tua. Namun, kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Saat bersiap berangkat sekolah, Adi mendapati kenyataan yang mengejutkan: ibunya tidak ada di ruang makan, sarapan pun tidak tersedia, dan yang terpenting, di luar masih gelap gulita. Adi terkejut ketika melirik jam dinding di ruang tamu, mendapati jarumnya masih menunjukkan pukul satu malam. Adi langsung menyadari bahwa ini pasti ulah Jam Tua yang baru saja ia sambut dengan riang. Dengan geram, Adi bergumam, \"Aku harus melakukan sesuatu!\" Cerita ini menggambarkan perjuangan seorang anak dalam menghadapi tuntutan waktu dan pentingnya komunikasi yang positif dalam sebuah hubungan, bahkan dengan benda mati sekalipun, serta bagaimana kesabaran dan pemahaman dapat mengubah situasi.","Jam Marah-Marah Iwan Yuswandi  \nNorma Aisyah  \n”Adiii …, banguuun ...! Adiii …, cepat bangun! Ayo, shalat!””Berisiiik ...! Jam jeleeek ...! Pelankan suaramu!” teriak Adi.  \n”Apa kamu bilang? Meskipun jelek, aku punyatugas penting. Kalau tidak ada aku, semua anak sekolah terlambat!””Iya, tapi jangan marah-marah seperti itu, tau! Berisik! Besok, aku tukar kamu denganjam di ruang tamu.”  \nBesoknya, jam Adi sudah berganti dengan jam baru. Adi berharap, jam barunya tidak marah-marah lagi saat membangunkannya.  \nNamun, menjelang pagi ....”Adiii … bangun, kamu! Ayo, mandi! Nanti terlambat!” teriak jam baru Adi.”Aduuuh, ternyata kamu samasaja dengan jam yang dulu!” keluh Adi kesal.  \nEsok harinya ....”Siapa yang mau tinggal dikamarku?” tanya Adi.”Aku! Aku!” semua jam menjawab serempak.”Tapi, syaratnya tidak boleh membangunkan aku sambil marahmarah,” kata Adi. Semua jam merengut dan menurunkan tangannya.  \nTiba-tiba, terdengar suara dari dalam gudang.”Aku mau tinggal di kamarmu,” kata Jam Tua .”Aku janji, tidak akan membangunkanmusambil marah-marah.” Adi pun menyambut Jam Tua itu dengan riang.  \nKeesokan harinya ....”Adiii ... , ayo bangun, Sayang. Sebentar lagi siang,” sapa Jam Tualembut.”Hoaaam …terima kasih, Jam Tua,”kata Adi.  \nAdi siap berangkat sekolah. Namun ... , diruang makan tak tampak ibunya. Di mejamakan pun tak ada sarapan. Olala ... , diakaget karena di luar masih gelap!  \nAdi melirik jam dinding di ruang tamu. Ternyata, jarumnya masih menunjukkan pukul satu malam!”Aduuuh ... , ini pastiulah jam tua itu!” gerutu Adi.”Aku harus melakukan sesuatu!”","cbCaikaB7tby5mh1","https://ap.wps.com/l/cbCaikaB7tby5mh1","pdf",952378,10,1,12,"Indonesian","id",113,"# Jam Marah-Marah\n## AdiKesal dengan Jam\n## Jam Baru\n## Jam Tua","[{\"question\":\"Mengapa Adi kesal dengan jam wekernya?\",\"answer\":\"Adi kesal karena jam wekernya selalu membangunkannya dengan suara yang keras dan marah-marah, sehingga mengganggunya saat tidur.\"},{\"question\":\"Bagaimana reaksi Adi ketika jam weker barunya sama marahnya dengan jam lama?\",\"answer\":\"Adi merasa kesal dan mengeluh bahwa jam yang baru ternyata sama saja dengan jam yang lama.\"},{\"question\":\"Apa syarat yang diajukan Adi agar jam bisa tinggal di kamarnya?\",\"answer\":\"Adi mensyaratkan bahwa jam yang tinggal di kamarnya tidak boleh membangunkan dia sambil marah-marah.\"},{\"question\":\"Siapa yang menawarkan diri untuk tinggal di kamar Adi dan apa janjinya?\",\"answer\":\"Jam Tua menawarkan diri dan berjanji tidak akan membangunkan Adi sambil marah-marah.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi pada pagi hari setelah Adi ditemani Jam Tua?\",\"answer\":\"Adi dibangunkan dengan lembut oleh Jam Tua, namun ia sadar bahwa di luar masih gelap dan jam menunjukkan pukul satu malam, yang berarti ia terlambat.\"}]","Jam Marah-Marah | PDF",1783568495,18,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":96,"head_meta":98,"extra_data":100,"updated_unix":29},"angry-clock","",{"@graph":37,"@context":95},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/komik/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/angry-clock/48283/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-17","2026-07-09",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83,87,91],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Mengapa Adi kesal dengan jam wekernya?","Question",{"text":77,"@type":78},"Adi kesal karena jam wekernya selalu membangunkannya dengan suara yang keras dan marah-marah, sehingga mengganggunya saat tidur.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Bagaimana reaksi Adi ketika jam weker barunya sama marahnya dengan jam lama?",{"text":82,"@type":78},"Adi merasa kesal dan mengeluh bahwa jam yang baru ternyata sama saja dengan jam yang lama.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Apa syarat yang diajukan Adi agar jam bisa tinggal di kamarnya?",{"text":86,"@type":78},"Adi mensyaratkan bahwa jam yang tinggal di kamarnya tidak boleh membangunkan dia sambil marah-marah.",{"name":88,"@type":75,"acceptedAnswer":89},"Siapa yang menawarkan diri untuk tinggal di kamar Adi dan apa janjinya?",{"text":90,"@type":78},"Jam Tua menawarkan diri dan berjanji tidak akan membangunkan Adi sambil marah-marah.",{"name":92,"@type":75,"acceptedAnswer":93},"Apa yang terjadi pada pagi hari setelah Adi ditemani Jam Tua?",{"text":94,"@type":78},"Adi dibangunkan dengan lembut oleh Jam Tua, namun ia sadar bahwa di luar masih gelap dan jam menunjukkan pukul satu malam, yang berarti ia terlambat.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":97,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":99,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":102},[103,108,112,116,118,122,126,130,134,138,142],{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":105,"show_sort_weight":106,"slug":107},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":106,"slug":111},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":106,"slug":115},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":106,"slug":117},"comic",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":106,"slug":121},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":106,"slug":125},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":106,"slug":129},49,"Sastra","literature",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":106,"slug":133},52,"Teknologi","technology",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":106,"slug":137},50,"Ujian","exam",{"id":139,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":140,"show_sort_weight":106,"slug":141},57,"Umum","general",{"id":143,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":144,"show_sort_weight":4,"slug":145},181,"Formulir","formulir"]