[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228058-113":53,"doc-detail-228058-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","analysis-of-mathematical-proof-difficulties-in-set-theory-material-from-a-neuroscience-perspective","Analisis Kesulitan Pembuktian Matematis pada Materi Teori Himpunan dari Sudut Pandang Neurosains","","Transisi pembelajaran matematika dari sekolah menengah ke perguruan tinggi menghadirkan tantangan besar, khususnya saat mahasiswa mempelajari pembuktian matematis yang menuntut keterampilan logis, pemahaman konsep, dan proses kognitif di otak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pembuktian matematis pada materi teori himpunan ditinjau dari perspektif neurosains. Metode deduktif kualitatif melibatkan 22 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika. Temuan menunjukkan kesulitan pada manipulasi aljabar, representasi visual diagram Venn, dan minimnya ilustrasi contoh konkret.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/analysis-of-mathematical-proof-difficulties-in-set-theory-material-from-a-neuroscience-perspective/228058/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/analysis-of-mathematical-proof-difficulties-in-set-theory-material-from-a-neuroscience-perspective/228058.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Clementine","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan penelitian ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Penelitian ini bertujuan mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa saat menyelesaikan soal pembuktian matematis pada materi teori himpunan ditinjau dari sudut pandang neurosains.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Metode dan subjek penelitian apa yang digunakan?",{"text":114,"@type":110},"Metode yang digunakan adalah penelitian deduktif kualitatif. Subjek penelitian adalah 22 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Kesalahan utama apa yang paling sering terjadi pada mahasiswa?",{"text":118,"@type":110},"Mahasiswa mengalami kesulitan pada manipulasi aljabar yang salah, representasi visual seperti diagram Venn yang tidak tepat, serta jarangnya pemberian ilustrasi contoh konkret.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},228058,1789019629,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},1374391974564,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/14000253aa45c000a9e?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779874745381141002","ANALISIS KESULITAN PEMBUKTIAN MATEMATIS PADAMATERI TEORI HIMPUNAN DARI SUDUT PANDANG  \nNEUROSAINS  \nMaria Marfiani Tapo 1, Marcellinus Andy Rudhito2*  \n1,2 S2 Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Sanata Dharma  \n[marnyytappo@gmail.com](marnyytappo@gmail.com), [arudhito@gmail.com](arudhito@gmail.com)  \nABSTRAK  \nTransisi dari pembelajaran matematika di sekolah menengah ke perguruan tinggi sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama dalam memahami pembuktian matematis, yang menuntut keterampilan logis, pemahaman konsep, serta kemampuankognitif yang melibatkan berbagai proses di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan – kesalahan apa saja yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan soal pembuktian matematis terkhususnya pada materi teori himpunanmenurut sudut pandang neurosains. Metode penelitianyang digunakan adalah penelitian deduktif kualitatif. Subjek penelitian yaitu 22 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma. Instrumen yang digunakan adalah tes yang terdiri dari 2 soaltes pembuktian himpunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalamikesulitan dalam pembuktian matematis pada materi teori himpunan. Kesalahankesalahan utama yang diidentifikasi diantaranya: 1) mahasiswa sering terjebak dalam manipulasi aljabar yang salah karena kurangnya pemahaman konsep dasar, yang menurut neurosains berkaitan dengan keterbatasan memori kerja di prefrontal cortex, yang mengelola informasi abstrak dan logika formal. 2) Kesalahan juga muncul dalam representasi visual, seperti pada diagram Venn yang tidak tepat, karena masalah integrasi visual dan abstrak yang melibatkan jalur parietal-oksipital, yang penting dalam memproses informasi spasial dan konsep abstrak. 3) Selain itu, mahasiswa jarang memberikan ilustrasi contoh konkret, yang menunjukkan kurangnya pemanfaatankemampuan visualisasi yang melibatkan jalur ventral visual cortex untuk menghubungkan konsep abstrak dengan contoh nyata.  \nKata Kunci: Kesulitan, Pembuktian Matematis, Neurosains  \nABSTRACT  \nThe transition from learning mathematics in high school to college is often a challenge for students, especially in understanding mathematical proofs, which demand logical skills, concept understanding, and cognitive abilities that involve various processes in the brain. This research aims to find out what mistakes are made by students in solving mathematical proof problems, especially inset theory material from a neuroscience point of view. The research method used is qualitative deductive research. The research subjects were 22 undergraduate students of Mathematics Education of Sanata Dharma University. The instrument used was a test consisting of 2 set proof test questions. The results showed that students had difficulty in mathematical proof onset theory material. The main errors identified include: 1) students are often trapped in incorrect algebraic manipulations due to lack of understanding of basic concepts, which according to neuroscience is related to limited working memory in the prefrontal cortex, which manages abstract information and formal logic. 2) Errors also arise in visual representations, such as in improper Venn diagrams, due to visual and abstract integration issues involving the parietal-occipital pathway, which is important in processing spatial information and abstract concepts. 3)  \nIn addition, students rarely illustrate concrete examples, which shows the underutilization of visualization ability involving the ventral visual cortex pathway to connect abstract concepts with real examples.  \nKeywords: Difficulties, Mathematical Proof, Neuroscience  \nA. PENDAHULUAN  \nTransisi dari pembelajaran matematika di sekolah menengah ke perguruan tinggi seringkali merupakan tantangan besar bagi banyak mahasiswa. Matematika di perguruan tinggi sering dianggap lebih kompleks dan sulit, teruama dalam hal pembuktian. Bukti adalah serangkaian tindakan logis yang menghubungkan asumsi yang dianggap benar ke suatu ke","cbCaiigCMWddq3cm","https://ap.wps.com/l/cbCaiigCMWddq3cm","pdf",1013864,16,"Indonesian","# A. PENDAHULUAN\n## Transisi pembelajaran matematika\n## Pembuktian matematis dalam pendidikan\n## Logika dan Teori Himpunan","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian ini bertujuan mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa saat menyelesaikan soal pembuktian matematis pada materi teori himpunan ditinjau dari sudut pandang neurosains.\"},{\"question\":\"Metode dan subjek penelitian apa yang digunakan?\",\"answer\":\"Metode yang digunakan adalah penelitian deduktif kualitatif. Subjek penelitian adalah 22 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma.\"},{\"question\":\"Kesalahan utama apa yang paling sering terjadi pada mahasiswa?\",\"answer\":\"Mahasiswa mengalami kesulitan pada manipulasi aljabar yang salah, representasi visual seperti diagram Venn yang tidak tepat, serta jarangnya pemberian ilustrasi contoh konkret.\"}]","Analisis Kesulitan Pembuktian Matematis pada Materi Teori Himpunan dari Sudut Pandang Neurosains | PDF",25]