[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-139635-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-139635-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","analysis-of-john-fiskes-representation-of-the-stamp-symbol-in-the-korean-drama-series-the-judge-from-hell-journal-article","Analisis Representasi John Fiske pada Simbol Stempel di Serial Drama Korea The Judge From Hell - Artikel Jurnal","","Penelitian ini mengeksplorasi cara simbol stempel direpresentasikan dalam serial drama Korea The Judge From Hell dengan menggunakan perspektif teori representasi John Fiske. Simbol stempel dianalisis sebagai tanda yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, melainkan sarana pembentukan makna yang kompleks serta terhubung dengan struktur kekuasaan dan identitas karakter. Melalui pendekatan kualitatif dan telaah mendalam terhadap adegan yang menampilkan simbol tersebut, penelitian ini menunjukkan peran simbol dalam mengomunikasikan otoritas dan nilai budaya yang melekat pada narasi. Temuan menegaskan bahwa representasi simbol menjadi medium negosiasi makna sosial yang berkembang mengikuti konteks budaya populer masa kini.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/analysis-of-john-fiskes-representation-of-the-stamp-symbol-in-the-korean-drama-series-the-judge-from-hell-journal-article/139635/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/analysis-of-john-fiskes-representation-of-the-stamp-symbol-in-the-korean-drama-series-the-judge-from-hell-journal-article/139635.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Jiven","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-18","2026-08-24",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Penelitian ini mengkaji apa dalam serial drama Korea The Judge From Hell?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penelitian ini mengkaji representasi simbol stempel dalam serial The Judge From Hell melalui teori representasi John Fiske.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Mengapa simbol stempel dipandang penting selain sebagai elemen visual?",{"text":68,"@type":64},"Simbol stempel dipandang sebagai tanda yang membentuk makna kompleks yang terkait dengan struktur kekuasaan dan identitas dalam narasi.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa kontribusi utama temuan penelitian ini?",{"text":72,"@type":64},"Representasi simbol stempel berfungsi sebagai medium negosiasi makna sosial yang terus berkembang sesuai konteks budaya populer masa kini.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},139635,1787559724,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":55,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":141},1099513958607,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002390cf8733938c?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1778829742770036399","E-ISSN 2964-1764 (Online)  \nJurnal Esensi Komunikasi Daruna  \nVol 4 Issue 1, Mei 2025  \n[https://esensijournal.com/index.php/daruna/index](https://esensijournal.com/index.php/daruna/index)  \n[doi.org/10.56943/daruna.v4i1.63](doi.org/10.56943/daruna.v4i1.63)  \nAnalisis Representasi John Fiske pada Simbol Stempel di Serial Drama Korea The Judge From Hell  \nSandy Gunarso Wijoyo a,1,*  \na Universitas Medika Suherman, Jalan Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka, Pasirgombong, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia  \n[1](1 sandyoogway@gmail.com)[ sandyoogway@gmail.com](1 sandyoogway@gmail.com)  \n*penulis koresponden  \nINFO ARTIKEL  \nABSTRAK  \n\n| Riwayat artikel Diterima 29-10-2024\u003Cbr>Direvisi 21-04-2025\u003Cbr>Kata Kunci Semiotika_1\u003Cbr>Hakim_2\u003Cbr>Serial Drama_3 Korea Selatan_4 Fiske_5\u003Cbr>Keywords Semiotic_1\u003Cbr>Judge_2\u003Cbr>Drama Series_3 South Korea_4 Fiske_5 | Penelitian ini mengeksplorasi cara simbol stempel direpresentasikan dalam serial drama Korea The Judge From Hell dengan menggunakan perspektif teori representasi John Fiske. Simbol stempel dianalisis sebagai tanda yang bukan hanya sekadar elemen visual, melainkan sarana pembentukan makna yang kompleks dan berhubungan erat denganstruktur kekuasaan serta identitas dalam cerita. Melalui pendekatan kualitatif dan telaahmendalam terhadap adegan yang memuat simbol tersebut, penelitian ini mengungkap bagaimana simbol stempel berfungsi untuk mengkomunikasikan otoritas dan nilai-nilai budaya yang melekat dalam narasi. Temuan menunjukkan bahwa representasi simbol ini menjadi medium negosiasi makna sosial yang terus berkembang sesuai konteks budaya populer masa kini. Studi ini memperkaya pemahaman mengenai peran tanda dalam konstruksi realitas media dan bagaimana makna tersebut dapat berubah melalui interaksi antara media dan audiens.\u003Cbr>This study explores the representation of the stamp symbol in the Korean drama series The Judge From Hell through the lens of John Fiske’s representation theory. The stamp symbol is analyzed not merely as a visual element but as a complex sign that constructs meaning closely tied to power structures and character identities within the narrative. Using a qualitative approach and an in-depth examination of scenes featuring the symbol, this research reveals how the stamp functions to convey authority and cultural values embedded in the story. Findings demonstrate that this symbol’s representation acts as a medium for the ongoing negotiation of social meanings, evolving in accordance with contemporary popular culture contexts. This study contributes to a deeper understanding of the role of signs in media reality construction and how meanings shift through interactions between media and audiences. |\n| --- | --- |\n\n1. Pendahuluan  \nIndonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah penggemar drama Korea terbanyak di dunia. Berdasarkan hasil survei perusahaan riset Jakpat yang dikutip melalui [republika.co.id](republika.co.id), survei yang melibatkan ribuan pengguna media sosial dan mobile entertainment menunjukkan bahwa 85 persen responden menggunakan layanan OTT untuk menonton film, 77 persen untuk serial, dan 27 persen untuk reality show. Konten terbanyakberasal dari Korea Selatan (73 persen), diikuti Indonesia (57 persen), serta Amerika dan Inggris (48 persen) [1] .  \nFenomena maraknya film dan serial Korea ini tidak lepas dari kekuatan narasi yang tersusun rapi dan penggunaan simbol-simbol visual yang detail dan konsisten, mulai dari benda, busana, kendaraan, hinggaarsitektur yang membangun atmosfer cerita. Simbol-simbol ini tidak sekadar memperindah visual, melainkan berfungsi sebagai medium yang menyampaikan makna sosial dan budaya yang lebih dalam, sekaligus membentuk pengalaman menonton yang khas bagi audiens [2] .  \nMenurut Herlinawati, dkk., film merupakan karya seni budaya yang berfungsi sebagai media hiburan massadalam bentuk audiovisual, sekaligus sebagai produk budaya yang mencerminkan realitas kehidupan masyarakat  \n[3] . D","cbCainaEDXG5LV6k","https://ap.wps.com/l/cbCainaEDXG5LV6k","pdf",817607,"Indonesian","# Riwayat artikel\n# Pendahuluan\n## Fenomena penggemar drama Korea dan pola konsumsi OTT\n## Simbol visual sebagai pembawa makna sosial dan budaya\n## Kerangka teori: representasi John Fiske\n## Stempel sebagai simbol dalam serial The Judge From Hell","[{\"question\":\"Penelitian ini mengkaji apa dalam serial drama Korea The Judge From Hell?\",\"answer\":\"Penelitian ini mengkaji representasi simbol stempel dalam serial The Judge From Hell melalui teori representasi John Fiske.\"},{\"question\":\"Mengapa simbol stempel dipandang penting selain sebagai elemen visual?\",\"answer\":\"Simbol stempel dipandang sebagai tanda yang membentuk makna kompleks yang terkait dengan struktur kekuasaan dan identitas dalam narasi.\"},{\"question\":\"Apa kontribusi utama temuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Representasi simbol stempel berfungsi sebagai medium negosiasi makna sosial yang terus berkembang sesuai konteks budaya populer masa kini.\"}]","Analisis Representasi John Fiske pada Simbol Stempel di Serial Drama Korea The Judge From Hell - Artikel Jurnal | PDF",9]