[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-227785-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":85,"doc-detail-227785-id":132},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":78,"head_meta":80,"extra_data":82,"updated_unix":84},113,"id","analysis-of-inner-conflict-in-the-film-penyalin-cahaya-directed-by-wregas-bhanuteja","Analisis Konflik Batin dalam Film Penyalin Cahaya Sutradara Wregas Bhanuteja","","Penelitian deskriptif kualitatif ini menganalisis konflik batin Kurt Lewin berupa mendekat-mendekat, menjauh-menjauh, serta mendekat-menjauh pada karakter Suryani dalam film Penyalin Cahaya. Hasil menunjukkan 43 bentuk konflik batin dan 43 penyelesaiannya, dengan tipe mendekat-menjauh sebagai yang paling dominan (31). Konflik dan resolusi merepresentasikan kompleksitas emosi korban pelecehan seksual ketika berupaya mencari keadilan di bawah tekanan sosial dan budaya. Penyelesaian konflik meliputi 5 valensi positif, 32 valensi negatif, dan 6 valensi netral, menggambarkan stigma, ketidakpercayaan, serta konsekuensi emosional dan sosial.",{"@graph":14,"@context":77},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/analysis-of-inner-conflict-in-the-film-penyalin-cahaya-directed-by-wregas-bhanuteja/227785/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/analysis-of-inner-conflict-in-the-film-penyalin-cahaya-directed-by-wregas-bhanuteja/227785.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Mabel","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-08","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",7,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69,73],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Penelitian ini menggunakan pendekatan apa untuk menganalisis konflik batin dalam film?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan konflik batin berdasarkan kerangka Kurt Lewin.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Konflik batin Kurt Lewin apa saja yang dianalisis dalam penelitian ini?",{"text":68,"@type":64},"Penelitian menganalisis konflik mendekat-mendekat, menjauh-menjauh, dan mendekat-menjauh.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Tipe konflik batin mana yang paling dominan pada karakter Suryani?",{"text":72,"@type":64},"Konflik mendekat-menjauh menjadi tipe yang paling dominan dengan 31 konflik dialami Suryani.",{"name":74,"@type":61,"acceptedAnswer":75},"Bagaimana komposisi valensi penyelesaian konflik yang ditemukan?",{"text":76,"@type":64},"Penyelesaian konflik terdiri dari 5 valensi positif, 32 valensi negatif, dan 6 valensi netral.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":79,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":81,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":83,"site_id":7},227785,1789014978,{"code":4,"msg":86,"data":87},"success",[88,93,97,101,105,109,112,116,120,124,128],{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":91,"slug":92},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":91,"slug":96},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":91,"slug":100},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":91,"slug":104},51,"Komik","comic",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":107,"show_sort_weight":91,"slug":108},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":91,"slug":111},54,"research-report",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":91,"slug":115},49,"Sastra","literature",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":91,"slug":119},52,"Teknologi","technology",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":91,"slug":123},50,"Ujian","exam",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":91,"slug":127},57,"Umum","general",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":130,"show_sort_weight":4,"slug":131},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":86,"data":133},{"doc_id":83,"user_id":134,"nickname":42,"user_avatar":135,"doc_module":4,"category_id":110,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":136,"file_id":137,"file_url":138,"file_type":139,"file_size":140,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":141,"language":142,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":143,"faqs":144,"seo_title":145,"seo_description":12,"update_tm":84,"read_time":146},7971474920318,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/74000ee537e6b0ca360?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1788430171632181674","JIGE 6 (1) (2025) 94-107  \nJURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION [ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/jige](ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/jige)  \nDOI: [https://doi.org/10.55681/jige.v6i1.3614](https://doi.org/10.55681/jige.v6i1.3614)  \nAnalisis Konflik Batin dalam Film Penyalin Cahaya Sutradara Wregas Bhanuteja  \nEndah Melani1*, Elmustian1, Charlina1  \n1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Riau, Indonesia.  \n*Corresponding author email: [endah.melani2081@student.unri.ac.id](endah.melani2081@student.unri.ac.id)  \n\n| Article Info |  |\n| --- | --- |\n| Article history:\u003Cbr>Received January 15, 2025 Approved February 15, 2025\u003Cbr>Keywords:\u003Cbr>Inner Conflict, Light Copying Films, Literary Psychology | ABSTRACT\u003Cbr>This research is a type of qualitative descriptive research. The purpose of this research is to describe Kurt Lewin's inner conflict of approaching, moving away, approaching and moving away. Based on the results of the research \"Analysis of Inner Conflict in the Film Pecopylin Cahaya Sutrada Wregas Bhanuteja\", the author found 43 forms of inner conflict and 43 conflict resolutions for Suryani characters. The conflicts consisted of 3 approaching-approaching conflicts, 11 approaching-away conflicts, and 31 approaching-away conflicts. From these results, approach-away conflict was the most dominant type of conflict with 31 conflicts experienced by Suryani. This reflects the complexity of the emotions and situations that Suryani faces as a victim of sexual harassment in her efforts to seek justice amidst social and cultural pressure. Conflict resolution consists of 5 positive valences, 32 negative valences, and 6 neutral valences. The many negative valences found in the Syriac conflict resolution illustrate the difficult and challenging reality for victims of sexual violence. This situation reflects the social pressure, distrust and stigma faced by victims, so that many decisions they make result in negative consequences, both emotional and social.\u003Cbr>ABSTRAK\u003Cbr>Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konflik batin mendekat-mendekat, menjauh-menjauh, mendekat-menjauh Kurt Lewin. Berdasarkan hasil penelitian “Analisis Konflik Batindalam Film Penyalin Cahaya Sutrada Wregas Bhanuteja”, penulis menemukan 43 bentuk konflik batin dan 43 penyelesaian konflik tokoh Suryani. Konflik tersebutterdiri dari 3 konflik mendekat-mendekat, 11 konflik menjauh-menjauh, dan 31 konflik mendekat-menjauh. Dari hasil ini, konflik mendekat-menjauh menjadi tipekonflik yang paling dominan dengan 31 konflik yang dialami Suryani. Hal ini mencerminkan kompleksitas emosi dan situasi yang dihadapi Suryani sebagai korban pelecehan seksual dalam upaya mencari keadilan di tengah tekanan sosial dan budaya. Penyelesaian konflik terdiri dari 5 valensi positif, 32 valensi negatif, dan 6 valensi netral. Banyaknya valensi negatif yang ditemukan dalam penyelesaian konflik Suryani menggambarkan realitas yang sulit dan penuh tantangan bagi korbankekerasan seksual. Situasi ini mencerminkan tekanan sosial, ketidakpercayaan, dan stigma yang dihadapi korban, sehingga banyak keputusan yang diambil berujung pada  konsekuensi negatif, baik secara emosional maupun sosial. \u003Cbr>Copyright © 2025, The Author(s) .\u003Cbr>This is an open access article under the CC–BY-SA license\u003Cbr>|\n\nAnalisis Konflik Batin dalam Film Penyalin Cahaya Sutradara Wregas Bhanuteja… - 94  \nHow to cite: Melani, E. , Elmustian, E. , & Charlina, C. (2025) . Analisis Konflik Batin dalam Film Penyalin Cahaya Sutradara Wregas  \nBhanuteja. Jurnal Ilmiah Global Education, 6(1), 94–107 . [https://doi.org/10.55681/jige.v6i1.3614](https://doi.org/10.55681/jige.v6i1.3614)  \nPENDAHULUAN  \nPsikologi sastra adalah karya sastra yang ditelaah yang diyakini menggambarkan proses dan aktivitas kejiwaan (Minderop, 2010) . Psikologi sastra adalah kajian yang memandang sebuah karya sastra sebagai aktivitas kejiwaan (Mutma","cbCaidE37pMLejng","https://ap.wps.com/l/cbCaidE37pMLejng","pdf",1576551,14,"Indonesian","# Pendahuluan\n# Analisis Konflik Batin\n## Kerangka Kurt Lewin (mendekat-mendekat, menjauh-menjauh, mendekat-menjauh)\n## Bentuk Konflik dan Penyelesaian Konflik\n# Pembahasan","[{\"question\":\"Penelitian ini menggunakan pendekatan apa untuk menganalisis konflik batin dalam film?\",\"answer\":\"Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan konflik batin berdasarkan kerangka Kurt Lewin.\"},{\"question\":\"Konflik batin Kurt Lewin apa saja yang dianalisis dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menganalisis konflik mendekat-mendekat, menjauh-menjauh, dan mendekat-menjauh.\"},{\"question\":\"Tipe konflik batin mana yang paling dominan pada karakter Suryani?\",\"answer\":\"Konflik mendekat-menjauh menjadi tipe yang paling dominan dengan 31 konflik dialami Suryani.\"},{\"question\":\"Bagaimana komposisi valensi penyelesaian konflik yang ditemukan?\",\"answer\":\"Penyelesaian konflik terdiri dari 5 valensi positif, 32 valensi negatif, dan 6 valensi netral.\"}]","Analisis Konflik Batin dalam Film Penyalin Cahaya Sutradara Wregas Bhanuteja | PDF",22]