[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-46082-id":3,"doc-seo-46082-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},46082,687197207057,"Sage","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",54,"Penelitian & Laporan","Proses Adaptasi dalam Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Asal Pontianak di Kota Bandung","Penelitian ini membahas proses adaptasi dalam komunikasi antarbudaya bagi mahasiswa asal Pontianak yang merantau ke Kota Bandung, dengan menekankan tahapan perubahan psikologis dan sosial. Pada fase honeymoon, mahasiswa merasakan kebahagiaan dan antusiasme awal saat baru tiba. Pada fase frustration, muncul culture shock yang berkaitan dengan bahasa, iklim, dan nilai budaya. Pada fase readjustment, mahasiswa belajar memahami perbedaan budaya. Pada fase resolution, mahasiswa memutuskan menerima budaya dan kebiasaan Bandung.","PROSES ADAPTASI DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYAMAHASISWA ASAL PONTIANAK DI KOTA BANDUNG (Studi Deskriptif MengenaiProses Adaptasi MahasiswaAsal Pontianak Dalam Menghadapi Culture Shock di Kota Bandung)  \nOleh :  \nDio Reynaldi  \n41814800  \nProgram Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik  \nUniversitas Komputer Indonesia  \n[Email : dioreyn13@gmail.com](Email : dioreyn13@gmail.com)  \nAbstract  \nThe results of this study show, in the honeymoon phase the students from Pontianak felt happy and enthusiastic when they were just in Bandung. In the second stage of the frustration phase, students from Pontianak experienced a culture shock which included problems in language, climate, and cultural values. In the readjustment phase, students from Pontianak can adapt to understand and learn all cultural differences. At the last stage in the resolution phase, students from Pontianak decided to accept the culture and habits in Bandung.  \nThe conclusion of this study can be said that the process of adaptation experienced by students from Pontianak consists of the honeymoon phase, frustration phase, readjustment phase, and phase resolution.  \nKeyword : Adaptation Process, culture shock, intercultural communication.  \nAbstract  \nHasil dari penelitian ini menunjukan, dalam fase honeymoon para mahasiswa asal Pontianak merasa senang dan antusiasme saat baru berada di kota Bandng. Pada tahap kedua fase frustration para mahasiswa asal Pontianak mengalami culture shock yang meliputi masalah pada bahasa, iklim, dan nilai budaya. Pada fase readjustment mahasiswa asal Pontianak dapat beradaptasidengan memahami dan mempelajari segala perbedaan budaya. Pada tahap terakhirdi fase resolution mahasiswa asal Pontianak memutuskan untuk menerima budayaserta kebiasaan yang ada di Bandung.  \nKesimpulan pada penelitian ini dapat dikatakan bahwa Proses adaptasidalam komunikasi antarbudaya yang di alami oleh mahasiswa asal Pontianak terdiridari fase honeymoon, fase frustration, fase readjustment, dan fase resolution.  \nKeyword : Adaptation Process, culture shock, intercultural communication.  \nI. PENDAHULUAN  \nProses Adaptasi dalam komunikasiantarbudaya merupakan faktor penting untuk para pendatang yang memasuki ligkungan baru dimana memiliki budaya berbeda. Para pendatang perlu mempersiapkan diri dalam mengadapitantangan perbedaan bahasa, kebiasaan, perilaku yang tidak biasa atau mungkinaneh dan keanekaragaman budaya, baik dalam gaya komunikasi verbal maupun non-verbal untuk mencapai kesuksesan beradaptasi dengan lingkunganbarunya.  \nSalah satu pendatang ialah Mahasiswa asal Pontianak (Kalimantan Barat), skarang ini banyak sekali mahasiswa yang tersebar di berbagai universitas di kota Bandung. Jarak Pontianak - Bandung berjarak 943,7 Km. Berdasarkan jarak yang jauh tentunya kota Bandung dan Pontianakmemiliki banyak perbedaan yagn signifikan, baik perbedaan mengenai budaya, norma, aturan, hingga perbedaan bahasa, cuaca, cita rasamakanan, dan lain-lain. Para mahasiswayang merantau secara otomatis harusberadaptasi dengan lingkungan yang baru dan latar belakang budaya yang  \nberbeda dari daerah asal mereka yaitu Pontianak.  \nProses adaptasi ini tidak dppatsepenuhnya berjalan dengan mulus, bahkan dapat membuat individu merasaterganggu. Budaya yang baru biasanyadapat menimbulkan tekanan, karenamemahami dan menerima nilainilai budaya lain adalah sesuatu yang sangatsulit terlebih jika nilai-nilai budaya tersebut sangat berbeda dengan nilainilai budaya yang dimiliki. Biasanya seseorang akan melalui beberapatahapan sampai dia akhirnya bisabertahan dan menerima budaya dan lingkungannya yang baru.  \nDalam prosesnya, pembelajaran dan adaptasi terhadap kebudayaan baru tidak jarang seorang mahasiswa gagaluntuk menyesuaikan diri dan merasakan keidaknyamanan psikis maupun fisik, akibatnya mereka mengalami gegar budaya (culture shock) bahkan stress dan depresi. mahasiswa asal Pontianak yang datang ke kota Bandung, maka penyesuaian diri pun har","cbCaitvUcQm7SiMs","https://ap.wps.com/l/cbCaitvUcQm7SiMs","pdf",152229,2,1,13,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n# Rumusan Masalah\n# Tujuan","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud proses adaptasi dalam komunikasi antarbudaya pada pendatang seperti mahasiswa Pontianak?\",\"answer\":\"Proses adaptasi dipahami sebagai kemampuan pendatang menyesuaikan diri menghadapi perbedaan bahasa, kebiasaan, perilaku, dan variasi budaya baik verbal maupun non-verbal agar dapat berhasil beradaptasi di lingkungan baru.\"},{\"question\":\"Bagaimana fase honeymoon dialami oleh mahasiswa asal Pontianak di Kota Bandung?\",\"answer\":\"Pada fase honeymoon, mahasiswa merasa senang dan antusias saat pertama kali berada di Bandung.\"},{\"question\":\"Apa saja aspek culture shock yang muncul pada fase frustration dan bagaimana akhirnya mahasiswa sampai pada fase resolution?\",\"answer\":\"Fase frustration ditandai culture shock meliputi masalah bahasa, iklim, dan nilai budaya. Setelah melalui readjustment untuk memahami serta mempelajari perbedaan budaya, mahasiswa kemudian pada fase resolution memutuskan untuk menerima budaya dan kebiasaan di Bandung.\"}]",1783470595,20,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"adaptation-process-in-intercultural-communication-of-pontianak-students-in-bandung","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/adaptation-process-in-intercultural-communication-of-pontianak-students-in-bandung/46082/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-19","2026-07-08",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa yang dimaksud proses adaptasi dalam komunikasi antarbudaya pada pendatang seperti mahasiswa Pontianak?","Question",{"text":75,"@type":76},"Proses adaptasi dipahami sebagai kemampuan pendatang menyesuaikan diri menghadapi perbedaan bahasa, kebiasaan, perilaku, dan variasi budaya baik verbal maupun non-verbal agar dapat berhasil beradaptasi di lingkungan baru.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana fase honeymoon dialami oleh mahasiswa asal Pontianak di Kota Bandung?",{"text":80,"@type":76},"Pada fase honeymoon, mahasiswa merasa senang dan antusias saat pertama kali berada di Bandung.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa saja aspek culture shock yang muncul pada fase frustration dan bagaimana akhirnya mahasiswa sampai pada fase resolution?",{"text":84,"@type":76},"Fase frustration ditandai culture shock meliputi masalah bahasa, iklim, dan nilai budaya. Setelah melalui readjustment untuk memahami serta mempelajari perbedaan budaya, mahasiswa kemudian pada fase resolution memutuskan untuk menerima budaya dan kebiasaan di Bandung.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":115},"research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]