[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-199379-113":53,"doc-detail-199379-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","abraham-geiger-and-the-study-of-the-quran-methodology-review-of-judaism-and-islam","Abraham Geiger dan Kajian Al-Qur’an - Telaah Metodologi atas Buku Judaism and Islam","","Tulisan ini membahas pemikiran Abraham Geiger, seorang orientalis Yahudi, yang mengemukakan bahwa Al-Qur’an merupakan imitasi ajaran agama Yahudi. Kajian diarahkan pada latar belakang pemikiran Geiger, pandangan Geiger tentang unsur yang diadopsi Nabi Muhammad dari tradisi Yahudi, serta tanggapan sarjana Muslim terhadap penelitian tersebut. Fokus analisis juga menyoroti pendekatan historis-kritis yang dipakai Geiger dalam membaca sumber dan pembentukan narasi Al-Qur’an.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/abraham-geiger-and-the-study-of-the-quran-methodology-review-of-judaism-and-islam/199379/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/abraham-geiger-and-the-study-of-the-quran-methodology-review-of-judaism-and-islam/199379.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Lucas Martin","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa gagasan utama Abraham Geiger tentang Al-Qur’an?","Question",{"text":109,"@type":110},"Geiger menyatakan bahwa Al-Qur’an merupakan imitasi atau refleksi yang dipengaruhi tradisi Yahudi (dan juga Kristen serta kondisi masyarakat Arab), sehingga tidak bersifat transenden.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Pendekatan apa yang digunakan Geiger dalam kajian Al-Qur’an?",{"text":114,"@type":110},"Geiger dikenal menggunakan pendekatan historis-kritis, yang menilai kandungan narasi dengan menelusuri apa yang sebenarnya terjadi serta menelaah bentuk, redaksi, dan sumber.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagian apa saja yang dibahas dalam tulisan ini?",{"text":118,"@type":110},"Tulisan ini membahas latar belakang pemikiran Geiger, pemikiran Geiger tentang unsur yang diadopsi Nabi Muhammad dari agama Yahudi, serta tanggapan sarjana terhadap penelitian Geiger.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},199379,1788505812,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},8796095360427,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d","Abraham Geiger dan Kajian Al-Qur’an Telaah Metodologi atas Buku Judaism and Islam  \nAbraham Geiger and the Study of the Qur'an Analyzing the Methodology ofthe J‘ udaism and Islam’  \nLenni Lestari  \nUIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta Jl. Marsda Adi Sucipto, Yogyakarta [Lenny_jeumpa@yahoo.co](Lenny_jeumpa@yahoo.co)  \nNaskah diterima: 12-12-2013; direvisi: 12-04-2014; disetujui: 15-05-14.  \nSalah satu hasil penelitian orientalis yang cukup “menggelitik” keimanan para sarjana Muslim saat ini adalah Al-Qur’an yang dianggap sebagai imitasi ajaran agama Yahudi. Statemen ini muncul dari salah seorang orientalis beragama Yahudi yaitu Abraham Geiger. Tulisan ini akan membahas tentang; Pertama, latar belakang pemikiran Abraham Geiger. Kedua, Pemikiran Geiger tentang hal-hal yang diadopsi Nabi Muhammad dari agama Yahudi, dan Ketiga, tanggapan mengenai penelitian Geiger terhadap Al-Qur’an.  \nKata kunci: Abraham Geiger, Historis-kritis, Muhammad, Al-Qur’an, Yahudi.  \nOne of the result of orientalist research that influences Muslim scholars’s faith today is Al-Qur’an as imitation of Judaism. This statement appears from Abraham Geiger, a Judaism orientalist. This writing tries to explain the historical background of Abraham Geiger. Then, the writer explores about the adopted things by Prophet Muhammad from Judaism in Geiger’s view and tries to catch the response and reaction of Islamic scholars about Geiger’s research.  \nKeywords: Abraham Geiger, historical-critical, Muhammad, Al-Qur’an, Judaism.  \nPendahuluan  \nSecara umum, ketertarikan para sarjana orientalis, khususnyaterhadap studi Al-Qur’an, sudah dimulai sejak abad ke-12 dan terusberlangsung hingga sekarang. Kajian yang intens dalam durasi yang panjang tersebut akhirnya memunculkan banyak karya, baik dalam  \n42 ¢u¥uf, Vol. 7, No. 1, Juni 2014: 41-60  \nbentuk buku maupun artikel. Dalam hal ini, Fazlur Rahman dalam karyanya The Major Themes of the Quran menyebutkan ada tiga tipe karya-karya orientalis terhadap Al-Qur’an.  \nPertama, karya-karya orientalis yang ingin membuktikan keterpengaruhan Al-Qur’an oleh tradisi Yahudi dan Kristen. Kedua, karya-karya orientalis yang menekankan pada pembahasan sejarah dan kronologi-kronologi Al-Qur’an. Ketiga, karya-karya orientalis yang membahas tema-tema tertentu dalam Al-Qur’an.1  \nDari ketiga tipe tersebut, maka Abraham Geiger termasuk padatipe pertama, yaitu orientalis yang ingin membuktikan pengaruhtradisi Yahudi dan Kristen terhadap Al-Qur’an. Dengan kata lain, Geiger ingin mengatakan bahwa Al-Qur’an bukanlah suatu yang transenden, karena “terbukti” di dalamnya terdapat kombinasi berbagai tradisi, baik itu Yahudi, Nasrani, maupun Jahiliyah. Menurutnya, Al-Qur’an hanyalah refleksi Muhammad tentangtradisi dan kondisi masyarakat Arab pada saat itu (simplikasi Bible) dan karenanya bersifat kultural dan tidak transenden.2 Pendekatanyang dilakukan Abraham Geiger ini disebut pendekatan HistorisKritis.3  \nMenurut Sahiron Syamsuddin, ada tiga pendekatan yang diterapkan orientalis dalam studi Quran, yaitu; pendekatan historis-  \n1Fazlur Rahman, Tema-tema Pokok Al-Qur’an, terj, Anas Mahyudin, Bandung: Pustaka, 1996, hlm. xi.  \n2Ahmad Farhan, Orientalis Al-Qur’an, Studi Pemikiran Abraham Geiger, dalam buku Orientalisme Al-Qur’an dan Hadis, Yogyakarta: Nawesea Press, 2007, hlm. 64.  \n3 Historis atau historisme muncul pada abad ke-19. Tokoh utamanya adalah Leopold von Ranke, seorang sejarawan dari Jerman. Historisme memandang suatu entitas, baik itu institusi, nilai-nilai maupun agama berasal dari lingkungan fisik, sosiokultural dan sosio-religius tempat entitas itu muncul. Penjelasan mengenai suatu entitas sudah cukup melalui penemuan asal-usulnya dan hakikatseluruhnya dipahami dari perkembangannya. James K, Feibleman,“Historism,”dalam Dagobert D, Runes (ed) Dictionary of Philosophy, Totawa: Littlefield, 1976, hlm. 127, Sebagaimana dikutip oleh Yudhi R, Haryono, dkk, Al-Qur’an, Buku yang Menyesatkan dan Buku yang Mencerahkan, Bekasi: Gugus Press, 2002, hlm. 85. M","cbCaigrZJ8GrncE1","https://ap.wps.com/l/cbCaigrZJ8GrncE1","pdf",587283,20,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Tipe karya orientalis terhadap Al-Qur’an\n## Abraham Geiger dan pendekatan historis-kritis\n# Mengenal Abraham Geiger\n## Latar belakang agama Yahudi (Judaism)","[{\"question\":\"Apa gagasan utama Abraham Geiger tentang Al-Qur’an?\",\"answer\":\"Geiger menyatakan bahwa Al-Qur’an merupakan imitasi atau refleksi yang dipengaruhi tradisi Yahudi (dan juga Kristen serta kondisi masyarakat Arab), sehingga tidak bersifat transenden.\"},{\"question\":\"Pendekatan apa yang digunakan Geiger dalam kajian Al-Qur’an?\",\"answer\":\"Geiger dikenal menggunakan pendekatan historis-kritis, yang menilai kandungan narasi dengan menelusuri apa yang sebenarnya terjadi serta menelaah bentuk, redaksi, dan sumber.\"},{\"question\":\"Bagian apa saja yang dibahas dalam tulisan ini?\",\"answer\":\"Tulisan ini membahas latar belakang pemikiran Geiger, pemikiran Geiger tentang unsur yang diadopsi Nabi Muhammad dari agama Yahudi, serta tanggapan sarjana terhadap penelitian Geiger.\"}]","Abraham Geiger dan Kajian Al-Qur’an - Telaah Metodologi atas Buku Judaism and Islam | PDF",31]