[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-en-105":3,"doc-seo-608440-105":59,"doc-detail-608440-en":130},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,18,23,28,33,38,43,48,51,55],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},1,"Document","Story & Novel",90,"story-novel",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":16,"slug":17},2,"Literature",80,"literature",{"id":19,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":20,"show_sort_weight":21,"slug":22},4,"Exam",70,"exam",{"id":24,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":25,"show_sort_weight":26,"slug":27},5,"Comic",60,"comic",{"id":29,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":30,"show_sort_weight":31,"slug":32},6,"Technology",50,"technology",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":36,"slug":37},7,"Healthcare",40,"healthcare",{"id":39,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":40,"show_sort_weight":41,"slug":42},8,"Research & Report",30,"research-report",{"id":44,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":45,"show_sort_weight":46,"slug":47},9,"Religion & Spirituality",20,"religion-spirituality",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":49,"show_sort_weight":46,"slug":50},"World Cup","world-cup",{"id":52,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":53,"show_sort_weight":52,"slug":54},10,"Lifestyle","lifestyle",{"id":56,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":57,"show_sort_weight":24,"slug":58},19,"General","general",{"code":4,"msg":60,"data":61},"ok",{"site_id":62,"language":63,"slug":64,"title":65,"keywords":66,"description":67,"schema_data":68,"social_meta":123,"head_meta":125,"extra_data":127,"updated_unix":129},105,"en","triangular-theory-of-love-vs-conditional-integration-theory-of-love-for-marketing-research","Triangular Theory Of Love Vs Conditional Integration Theory Of Love - Untuk Penelitian Pemasaran","","Marketing research applies psychological theories to explain brand love. This paper examines the Triangular Theory of Love, which models interpersonal love through intimacy, passion, and commitment, and highlights its weaknesses for brand love research. The study argues these weaknesses can be addressed by the Conditional Integration Theory of Love, where customer love is driven by the desire to integrate with an object and the reality of that integration. It notes that intimacy fits two-way relationships, while commitment implies normative moral obligations, making Conditional Integration Theory more appropriate for consumer-brand contexts.",{"@graph":69,"@context":122},[70,84,105],{"@type":71,"itemListElement":72},"BreadcrumbList",[73,77,79,82],{"item":74,"name":75,"@type":76,"position":8},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":78,"name":9,"@type":76,"position":14},"https://docshare.wps.com/document/",{"item":80,"name":40,"@type":76,"position":81},"https://docshare.wps.com/document/research-report/",3,{"item":83,"name":65,"@type":76,"position":19},"https://docshare.wps.com/document/triangular-theory-of-love-vs-conditional-integration-theory-of-love-for-marketing-research/608440/",{"url":83,"name":65,"@type":85,"image":86,"author":91,"headline":65,"publisher":94,"fileFormat":97,"inLanguage":63,"description":67,"dateModified":98,"datePublished":99,"encodingFormat":97,"isAccessibleForFree":100,"interactionStatistic":101},"DigitalDocument",{"url":87,"@type":88,"width":89,"height":90},"https://docshare.wps.com/thumbnails/triangular-theory-of-love-vs-conditional-integration-theory-of-love-for-marketing-research/608440.png","ImageObject",300,407,{"name":92,"@type":93},"Eliana","Person",{"url":74,"name":95,"@type":96},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-29","2026-10-17",true,{"@type":102,"interactionType":103,"userInteractionCount":81},"InteractionCounter",{"@type":104},"ViewAction",{"@type":106,"mainEntity":107},"FAQPage",[108,114,118],{"name":109,"@type":110,"acceptedAnswer":111},"Apa fokus utama artikel ini?","Question",{"text":112,"@type":113},"Artikel ini membahas penerapan teori cinta pada penelitian pemasaran, khususnya konstruk brand love, dengan membandingkan Triangular Theory of Love dan Conditional Integration Theory of Love.","Answer",{"name":115,"@type":110,"acceptedAnswer":116},"Bagaimana Triangular Theory of Love menjelaskan cinta?",{"text":117,"@type":113},"Teori ini menjelaskan cinta interpersonal melalui tiga komponen: intimacy (keintiman), passion (gairah), dan commitment (komitmen/keputusan).",{"name":119,"@type":110,"acceptedAnswer":120},"Mengapa Conditional Integration Theory of Love dianggap lebih sesuai untuk brand love?",{"text":121,"@type":113},"Artikel menyatakan teori ini lebih cocok karena cinta pelanggan dipengaruhi keinginan untuk berintegrasi dengan objek serta realitas integrasi tersebut, sehingga kelemahan pada komponen intimacy dan commitment dapat lebih tepat dipetakan untuk hubungan konsumen-merek.","https://schema.org",{"og:url":83,"og:type":124,"og:title":65,"og:site_name":95,"og:description":67},"article",{"robots":126,"canonical":83},"index,follow",{"doc_id":128,"site_id":62},608440,1793056233,{"code":4,"msg":5,"data":131},{"doc_id":128,"user_id":132,"nickname":92,"user_avatar":133,"doc_module":4,"category_id":39,"category_name":40,"doc_title":65,"doc_description":67,"doc_content":134,"file_id":135,"file_url":136,"file_type":137,"file_size":138,"view_count":81,"is_deleted":4,"is_public":8,"is_downloadable":8,"audit_status":8,"page_count":39,"language":139,"language_code":63,"site_id":62,"html_lang":63,"table_of_contents":140,"faqs":141,"seo_title":142,"seo_description":67,"update_tm":143,"read_time":46},4398048949847,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002536579ef2da7f?_k=1778318612642679267","Triangular Theory Of Love Vs Conditional Integration Theory Of Love Untuk Penelitian Pemasaran  \nGaluh Mira Saktiana1  \n1 Universitas Tarumanagara (UNTAR), [email: galuhs@fe.untar.ac.id](email: galuhs@fe.untar.ac.id), Jakarta  \nABSTRACT  \nMarketing research adopts many theories derived from psychology. The theory that is widely used for marketing research on the construct of brand love is the Triangular Theory of Love, where this theory discusses interpersonal love in which there are three components, namely intimacy, passion and commitment. This paper provides evidence that the theory turns out to have weaknesses that can be answered by the Conditional Integration Theory of Love and is a complement to the previous one, where this theory says that customer love is influenced by the desire to integrate with an object and the reality of integration with the object. Some of the existing weaknesses can be improved by the Conditional Integration Theory of Love, including the intimacy component which is more suitable for two-way relationships, then the commitment component leads to normative moral obligations. The love that occurs between the consumer and the brand is a one-way love, not a twoway give-and-take relationship. Therefore, a more appropriate theory for marketing research, especially brand love is the Conditional Integration Theory of Love.  \nARTICLE HISTORY  \nReceived 6 September 2022  \nAccepted 15 October 2022  \nKEYWORDS  \nBrand love, triangular theory of love, conditional integration theory of love  \nAKMENIKA: JURNAL  \nAKUNTANSI & MANAJEMEN  \nVol. 19 No.2 October 2022, 640-648  \n1. LATAR BELAKANG  \nMembahas mengenai cinta, ilmu yang banyak membahas mengenai hal ini adalah ilmu psikologi. Awal mula teori cinta ini mulai popular sejak munculnya teori Sternberg ini pada tahun 1986, membahas mengenai cinta interpersonal (interpersonal love) yang di dalamnya meliputi 3 komponen, yaitu keakraban atau keintiman (intimacy), gairah (passion) dan komitmen atau keputusan (commitment). Arti cinta menurut Sternberg (1986) adalah keseluruhan yang kompleks yang sebagian berasal dari naluri dan dorongan yang diturunkan secara genetik, kemungkinan sebagian besar dari model peran yang dipelajari secara sosial dan juga melalui pengamatan. Lalu bagaimana dengan penelitian pemasaran apakah tepat mengadopsi teori ini, peneliti kemudian membandingkan denganteori berikutnya yang dinamakan Conditional Integration Theory of Love. Secara garis besar teori ini menjelaskan bahwa kecintaan pelanggan dipengaruhi oleh keinginan untuk berintegrasi dengansuatu obyek dan kenyataan integrasi dengan obyek. Peneliti membandingkan kedua teori untuk diterapkan dalam penelitian pemasaran dan mengambil konstruk kecintaan merek sebagaipembanding kedua teori ini.  \n2. LANDASAN TEORI  \nTeori yang pertama akan dibahas adalah Triangular Theory of Love, dimulai dengan komponenapa saja yang terdapat dalam teori ini. Komponen yang pertama adalah keintiman mengacu padaperasaan kedekatan, keterhubungan, keterikatan dalam hubungan cinta kasih. Dalam lingkupnyameliputi perasaan yang ditimbulkan sesuai pengalaman yang hangat dalam hubungan cinta. Dengan kata lain bahwa keintiman mengandung pengertian sebagai dorongan untuk melakukan kedekatansecara emosional dengan orang yang dicintainya. Pasangan yang memiliki keintiman tinggi akan tumbuh rasa saling pengertian karena adanya saling memberi dan menerima. Sebuah hubungan akan mencapai keintiman menyeluruh secara emosional pada saat terjadi hubungan yang saling mengerti, saling mendukung dan merasa saling melengkapi satu sama lain. Adanya keintiman ini apabila salah satu pihak melakukan kesalahan pihak yang lain akan memberikan maaf dengan ikhlas.  \nKomponen yang kedua yaitu gairah mengacu pada dorongan yang mengarah ke romantika, daya tarik fisik, penyempurnaan seksual dan fenomena yang terkait dalam hubungan percintaan. Komponen gairah ini mengarah pada pengalaman yang di dalamnya terdapat gairah dalam hubungan percintaan.","cbCaicc1swC91P8t","https://ap.wps.com/l/cbCaicc1swC91P8t","pdf",558255,"English","# Abstract\n# Latar Belakang\n## Sejarah dan dasar teori cinta (Sternberg)\n## Perbandingan dengan Conditional Integration Theory of Love\n# Landasan Teori\n## Triangular Theory of Love: Intimacy\n## Triangular Theory of Love: Passion\n## Triangular Theory of Love: Commitment\n## Tipologi Cinta dalam Triangular Theory of Love","[{\"question\":\"Apa fokus utama artikel ini?\",\"answer\":\"Artikel ini membahas penerapan teori cinta pada penelitian pemasaran, khususnya konstruk brand love, dengan membandingkan Triangular Theory of Love dan Conditional Integration Theory of Love.\"},{\"question\":\"Bagaimana Triangular Theory of Love menjelaskan cinta?\",\"answer\":\"Teori ini menjelaskan cinta interpersonal melalui tiga komponen: intimacy (keintiman), passion (gairah), dan commitment (komitmen/keputusan).\"},{\"question\":\"Mengapa Conditional Integration Theory of Love dianggap lebih sesuai untuk brand love?\",\"answer\":\"Artikel menyatakan teori ini lebih cocok karena cinta pelanggan dipengaruhi keinginan untuk berintegrasi dengan objek serta realitas integrasi tersebut, sehingga kelemahan pada komponen intimacy dan commitment dapat lebih tepat dipetakan untuk hubungan konsumen-merek.\"}]","Triangular Theory Of Love Vs Conditional Integration Theory Of Love - Untuk Penelitian Pemasaran | PDF",1792256374]