[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-31397":3,"doc-seo-31397":27},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"file_id":15,"file_url":16,"file_type":17,"file_size":18,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":19,"is_downloadable":19,"audit_status":19,"page_count":20,"language":21,"language_code":22,"table_of_contents":23,"faqs":24,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":25,"read_time":26},31397,687197207057,"Sage","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",8,"Research & Report","Paradoks Negara Korporasi dan Arsitektur Alternatif Islam","Dokumen ini membahas dampak destruktif dari paradigma 'Negara CEO' yang merujuk pada politisasi dan ekonomi dalam dua aspek utama. Pertama, 'Demokrasi Prosedural Dikuasai Oligarki' menyoroti bagaimana biaya politik yang mahal memaksa penguasa bergantung pada pemodal, menghasilkan kebijakan balas jasa dan hukum yang tajam ke bawah, sementara rakyat menjadi objek pengetran. Kedua, 'Privatisasi Layanan Dasar' menjelaskan bahwa pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dikelola dengan orientasi profit, memposisikan rakyat sebagai konsumen jasa dan negara mengabaikan fungsi pelayanan publik murni. Slide kedua memaparkan 'Paradoks Negara Korporasi dan Arsitektur Alternatif Islam', membongkar ilusi 'Indonesia Incorporated' dan merancang ulang tata kelola negara yang berlandaskan ri'ayah al-ummah. Terakhir, 'Retorika Kekeluargaan Korporasi Berbenturan dengan Realita Ekstraksi' mengecam narasi korporasi yang mengklaim kekeluargaan di lapangan berbenturan dengan realitas ekstraksi sumber daya alam. Masyarakat adat dihadapkan pada hilangnya ruang hidup dan tanah akibat proyek korporasi, menyebabkan kehancuran lingkungan dan sosial. Presentasi ini juga mempertanyakan siapa sebenarnya pemegang saham ketika negara dijalankan bak korporasi, mengacu pada retorika Presiden Prabowo yang mengajak pengusaha menjadi Indonesia Incorporated dengan seluruh rakyat sebagai pemegang saham. Hal ini mengindikasikan adanya spektrum kekuasaan korporat yang semakin menggerogoti fungsi negara dan kesejahteraan rakyat.","cbCain908huK84qc","https://ap.wps.com/l/cbCain908huK84qc","pptx",20044870,1,15,"Indonesian","id","# Dampak Destruktif Paradigma 'Negara CEO' (Sektor Politik & Ekonomi)\n## Demokrasi Prosedural Dikuasai Oligarki\n## Privatisasi Layanan Dasar\n# Paradoks Negara Korporasi dan Arsitektur Alternatif Islam\n# Retorika Kekeluargaan Korporasi Berbenturan dengan Realita Ekstraksi","[{\"question\":\"Apa dampak paradigma \\\"Negara CEO\\\" terhadap sektor politik dan ekonomi?\",\"answer\":\"Paradigma \\\"Negara CEO\\\" menyebabkan demokrasi prosedural dikuasai oligarki karena biaya politik yang tinggi, dan privatisasi layanan dasar yang mengutamakan profit daripada pelayanan publik kepada rakyat.\"},{\"question\":\"Bagaimana konsep \\\"Indonesia Incorporated\\\" dibongkar dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Dokumen ini membongkar ilusi \\\"Indonesia Incorporated\\\" dan mengusulkan perancangan ulang tata kelola negara yang berlandaskan \\\"ri'ayah al-ummah\\\", yang berarti kepemimpinan atau pengayoman terhadap umat.\"},{\"question\":\"Apa kontradiksi antara retorika kekeluargaan korporasi dan realitas ekstraksi yang diungkapkan?\",\"answer\":\"Retorika kekeluargaan korporasi bertentangan dengan realitas ekstraksi sumber daya alam yang merugikan masyarakat adat, menyebabkan hilangnya ruang hidup dan tanah demi kepentingan perusahaan.\"},{\"question\":\"Siapa yang memegang kendali ketika negara dijalankan seperti korporasi?\",\"answer\":\"Ketika negara dijalankan seperti korporasi, muncul pertanyaan siapa sebenarnya pemegang saham, mengindikasikan bahwa kendali mungkin berada pada pihak-pihak yang memiliki kepentingan korporat, bukan seluruh rakyat.\"}]",1779397410,38,{"code":4,"msg":28,"data":29},"ok",{"site_id":30,"language":22,"slug":31,"title":13,"keywords":32,"description":14,"schema_data":33,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":25},105,"paradox-of-the-corporate-state-and-alternative-islamic-architecture","",{"@graph":34,"@context":87},[35,52,66],{"@type":36,"itemListElement":37},"BreadcrumbList",[38,42,46,49],{"item":39,"name":40,"@type":41,"position":19},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":43,"name":44,"@type":41,"position":45},"https://docshare.wps.com/document/","Document",2,{"item":47,"name":12,"@type":41,"position":48},"https://docshare.wps.com/document/research-report/",3,{"item":50,"name":13,"@type":41,"position":51},"https://docshare.wps.com/document/paradox-of-the-corporate-state-and-alternative-islamic-architecture/31397/",4,{"url":50,"name":13,"@type":53,"author":54,"headline":13,"publisher":56,"fileFormat":59,"description":14,"dateModified":60,"datePublished":60,"encodingFormat":59,"isAccessibleForFree":61,"interactionStatistic":62},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":55},"Person",{"url":39,"name":57,"@type":58},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.presentationml.presentation","2026-05-21",true,{"@type":63,"interactionType":64,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":65},"ViewAction",{"@type":67,"mainEntity":68},"FAQPage",[69,75,79,83],{"name":70,"@type":71,"acceptedAnswer":72},"Apa dampak paradigma \"Negara CEO\" terhadap sektor politik dan ekonomi?","Question",{"text":73,"@type":74},"Paradigma \"Negara CEO\" menyebabkan demokrasi prosedural dikuasai oligarki karena biaya politik yang tinggi, dan privatisasi layanan dasar yang mengutamakan profit daripada pelayanan publik kepada rakyat.","Answer",{"name":76,"@type":71,"acceptedAnswer":77},"Bagaimana konsep \"Indonesia Incorporated\" dibongkar dalam dokumen ini?",{"text":78,"@type":74},"Dokumen ini membongkar ilusi \"Indonesia Incorporated\" dan mengusulkan perancangan ulang tata kelola negara yang berlandaskan \"ri'ayah al-ummah\", yang berarti kepemimpinan atau pengayoman terhadap umat.",{"name":80,"@type":71,"acceptedAnswer":81},"Apa kontradiksi antara retorika kekeluargaan korporasi dan realitas ekstraksi yang diungkapkan?",{"text":82,"@type":74},"Retorika kekeluargaan korporasi bertentangan dengan realitas ekstraksi sumber daya alam yang merugikan masyarakat adat, menyebabkan hilangnya ruang hidup dan tanah demi kepentingan perusahaan.",{"name":84,"@type":71,"acceptedAnswer":85},"Siapa yang memegang kendali ketika negara dijalankan seperti korporasi?",{"text":86,"@type":74},"Ketika negara dijalankan seperti korporasi, muncul pertanyaan siapa sebenarnya pemegang saham, mengindikasikan bahwa kendali mungkin berada pada pihak-pihak yang memiliki kepentingan korporat, bukan seluruh rakyat.","https://schema.org",{"og:url":50,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":57,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":50},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":30}]