[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-31394":3,"doc-seo-31394":27},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"file_id":15,"file_url":16,"file_type":17,"file_size":18,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":19,"is_downloadable":19,"audit_status":19,"page_count":20,"language":21,"language_code":22,"table_of_contents":23,"faqs":24,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":25,"read_time":26},31394,2336464648746,"Skyler","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",9,"Religion & Spirituality","Paradoks Negara Korporasi dan Alternatif Tata Kelola Islam","Dokumen ini membahas pergeseran paradigma dalam tata kelola negara, yang digambarkan sebagai transformasi dari 'negara korporasi' yang mengutamakan keuntungan elit menjadi model yang berfokus pada kesejahteraan rakyat, seperti yang dianjurkan dalam tata kelola Islam. Gambar pertama, yang berjudul 'Dari Pencari Laba Menjadi Pengurus Rakyat: Paradigma Tata Kelola Islam', menyoroti bagaimana Islam menawarkan cetak biru negara yang dirancang untuk keadilan dan pemeliharaan kehidupan manusia, bukan untuk pertumbuhan profit oligarki. Ini kontras tajam dengan konsep 'negara korporasi' yang diuraikan dalam gambar kedua, yang mengidentifikasi lima bahaya fatal: kedaulatan modal atas kebajikan publik, posisi politik yang diperdagangkan untuk kepentingan bisnis oligarki, pereferensi rakyat menjadi komoditas ekonomi yang tereduksi, pelayanan publik yang berubah menjadi bisnis berbayar, dan konsentrasi kekayaan pada segelintir elit. Gambar ketiga, 'Hukum dan Kekuasaan Tanpa Transaksi', menjelaskan tujuan utama negara dalam Islam, yaitu menegakkan keadilan (justice-driven), bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi (profit-driven). Negara dalam pandangan Islam tidak dapat dibeli dengan uang dan kebal dari intervensi korporat. Hukum berlaku setara untuk menjamin keadilan bagi semua pihak, dan kebijakan diambil berdasarkan kemaslahatan umat, bukan rating ekonomi atau kemauan pasar. Dokumen ini secara keseluruhan mengkritik model negara yang didominasi oleh kepentingan korporat dan ekonomi, serta mengusulkan tata kelola Islam sebagai alternatif yang lebih adil dan humanis.","cbCail2RgSl4KwKn","https://ap.wps.com/l/cbCail2RgSl4KwKn","pptx",16759520,1,15,"Indonesian","id","# Paradigma Pergeseran\n## Dari Pencari Laba Menjadi Pengurus Rakyat: Paradigma Tata Kelola Islam\n## 5 Bahaya Fatal Transformasi 'Negara Korporasi'\n### 1. Tunduk Pada Modal\n### 2. Jabatan = Transaksi\n### 3. Rakyat = Komoditas\n### 4. Pelayanan = Bisnis\n### 5. Kekayaan Terkonsentrasi\n## Hukum dan Kekuasaan Tanpa Transaksi","[{\"question\":\"Apa inti dari pergeseran paradigma tata kelola yang dibahas dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Dokumen ini mengusulkan pergeseran dari model 'negara korporasi' yang mengutamakan keuntungan elit, menuju tata kelola yang berfokus pada keadilan dan kesejahteraan rakyat, sebagaimana dianjurkan oleh prinsip-prinsip Islam.\"},{\"question\":\"Apa saja lima bahaya fatal dari transformasi menjadi 'negara korporasi' menurut dokumen ini?\",\"answer\":\"Lima bahaya tersebut meliputi dominasi modal atas kebajikan publik, jabatan yang dijadikan alat transaksi, rakyat direduksi menjadi komoditas ekonomi, pelayanan publik berubah menjadi bisnis berbayar, dan konsentrasi kekayaan pada segelintir elit.\"},{\"question\":\"Bagaimana konsep hukum dan kekuasaan dalam pandangan tata kelola Islam?\",\"answer\":\"Dalam Islam, tujuan utama negara adalah menegakkan keadilan, di mana kekuasaan tidak bisa dibeli dengan uang, hukum berlaku setara untuk semua, dan kebijakan didasarkan pada kemaslahatan umat.\"}]",1779397406,38,{"code":4,"msg":28,"data":29},"ok",{"site_id":30,"language":22,"slug":31,"title":13,"keywords":32,"description":14,"schema_data":33,"social_meta":84,"head_meta":86,"extra_data":88,"updated_unix":25},105,"paradox-of-corporate-state-and-alternative-islamic-governance","",{"@graph":34,"@context":83},[35,52,66],{"@type":36,"itemListElement":37},"BreadcrumbList",[38,42,46,49],{"item":39,"name":40,"@type":41,"position":19},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":43,"name":44,"@type":41,"position":45},"https://docshare.wps.com/document/","Document",2,{"item":47,"name":12,"@type":41,"position":48},"https://docshare.wps.com/document/religion-spirituality/",3,{"item":50,"name":13,"@type":41,"position":51},"https://docshare.wps.com/document/paradox-of-corporate-state-and-alternative-islamic-governance/31394/",4,{"url":50,"name":13,"@type":53,"author":54,"headline":13,"publisher":56,"fileFormat":59,"description":14,"dateModified":60,"datePublished":60,"encodingFormat":59,"isAccessibleForFree":61,"interactionStatistic":62},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":55},"Person",{"url":39,"name":57,"@type":58},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.presentationml.presentation","2026-05-21",true,{"@type":63,"interactionType":64,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":65},"ViewAction",{"@type":67,"mainEntity":68},"FAQPage",[69,75,79],{"name":70,"@type":71,"acceptedAnswer":72},"Apa inti dari pergeseran paradigma tata kelola yang dibahas dalam dokumen ini?","Question",{"text":73,"@type":74},"Dokumen ini mengusulkan pergeseran dari model 'negara korporasi' yang mengutamakan keuntungan elit, menuju tata kelola yang berfokus pada keadilan dan kesejahteraan rakyat, sebagaimana dianjurkan oleh prinsip-prinsip Islam.","Answer",{"name":76,"@type":71,"acceptedAnswer":77},"Apa saja lima bahaya fatal dari transformasi menjadi 'negara korporasi' menurut dokumen ini?",{"text":78,"@type":74},"Lima bahaya tersebut meliputi dominasi modal atas kebajikan publik, jabatan yang dijadikan alat transaksi, rakyat direduksi menjadi komoditas ekonomi, pelayanan publik berubah menjadi bisnis berbayar, dan konsentrasi kekayaan pada segelintir elit.",{"name":80,"@type":71,"acceptedAnswer":81},"Bagaimana konsep hukum dan kekuasaan dalam pandangan tata kelola Islam?",{"text":82,"@type":74},"Dalam Islam, tujuan utama negara adalah menegakkan keadilan, di mana kekuasaan tidak bisa dibeli dengan uang, hukum berlaku setara untuk semua, dan kebijakan didasarkan pada kemaslahatan umat.","https://schema.org",{"og:url":50,"og:type":85,"og:title":13,"og:site_name":57,"og:description":14},"article",{"robots":87,"canonical":50},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":30}]